Daerah KKN MBKM Kampus Mengajar Angkatan 3 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya...

KKN MBKM Kampus Mengajar Angkatan 3 Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Di SDN 1 Kedungkumpul

Kabar1lamongan.com – Kampus mengajar merupakan salah satu bagian dari program Kemendikbud dalam kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Program kampus mengajar ini mengajak para mahasiswa sebagai agent perubahan (Agent of Change) untuk berkolaborasi, beraksi dan berbakti untuk negeri di sekolah yang ditugaskan. Kampus Mengajar saat ini sudah memasuki Angkatan 3 yang dimulai dengan pembekalan selama 1 bulan dari 24 Januari – 25 Februari 2022, dan dilanjutkan masa penugasan mahasiswa selama 4 bulan dari 28 Februari – 29 Juni 2022.
Salah satu mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang berkesempatan mengikutinya adalah Yakub Fisabilillah. Mahasiswa Prodi Administrasi Negara FISIP Untag Surabaya tersebut ditempatkan di SD Negeri 1 kedungkumpul Sukorame, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Di sekolah ini Yakub tidak sendirian, dia dibantu rekan sesama mahasiswa Kampus Mengajar lainnya yaitu Sita Bela dari Universitas Negeri Surabaya dan Shinta Oktabernika Putri  dari Universitas Trunojoyo Madura, dengan Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Suci Nur Fauziah dari Politeknik Negeri Malang.
Kegiatan yang dilakukan antara lain Membantu Mengajar, Membantu Adaptasi Teknologi serta Membantu Administrasi Sekolah dan Guru. Dalam kegiatan membantu mengajar mereka mencoba mengaplikasikan pembelajaran literasi dan numerasi yang didapatkan ketika pembekalan kampus mengajar. Dalam kegiatan Literasi di Implementasikan dengan siswa membaca secara gantian dan berurutan, membuat karya puisi, cerita, gambar untuk ditempelkan di mading, dan membuat lapak baca sebagai perpustakaan kecil di luar kelas. Kebetulan saat itu juga kedatangan perpustakaan keliling dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, sehingga dapat membantu siswa untuk membaca banyak buku bacaan.

Sedangkan kegiatan Numerasi di Implementasikan dengan belajar bilangan pecahan menggunakan Roti Tawar, Membuat Jaring-jaring, dan menggunakan media jam. Kegiatan lainnya seperti Membantu Adaptasi Teknologi dan Membantu Administrasi Sekolah dan Guru di implementasikan dengan melaksanakan Assesment Kompetensi Minimum (AKM) Kelas yang dilakukan oleh siswa kelas 5, Kemudian juga membantu memasukkan nilai siswa ke excel dan juga mengelempokkan raport siswa berdasarkan kelas.