Daerah Unisda Lamongan Tembus Forum Internasional, Bahas Inovasi Pendidikan di Malaysia

Unisda Lamongan Tembus Forum Internasional, Bahas Inovasi Pendidikan di Malaysia

Unisda Lamongan Tembus Forum Internasional, Bahas Inovasi Pendidikan di Malaysia

Kabar1lamongan.com – Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (Unisda) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah global dengan ambil bagian dalam International Colloquium yang digelar di Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia, Senin (20/04/2026).

Forum akademik bergengsi tersebut mempertemukan para akademisi dan peneliti lintas negara untuk mengkaji berbagai isu strategis dalam dunia pendidikan, mulai dari inovasi kurikulum hingga penguatan literasi di era digital.

Advertisement

Dalam kesempatan ini, Unisda mengirimkan dua delegasi. Pertama, Aisyah Durrotun Nafisah, dosen sekaligus Kepala Program Studi PIAUD, yang mempresentasikan artikel perspektif terkait pengembangan kurikulum berbasis teknologi pendidikan.

Delegasi kedua, Ida Sukowati, turut memperkaya diskusi melalui kajian literasi dan humaniora di jenjang pascasarjana.

Aisyah menegaskan, keikutsertaan Unisda bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, forum ini menjadi wujud komitmen institusi dalam menjawab tantangan global di sektor pendidikan.

“Partisipasi ini merupakan langkah nyata untuk melintasi batas, sejalan dengan tema kegiatan, sekaligus menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak luas bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan kolokium yang berlangsung di Perpustakaan Tun Abdul Razak (PTAR) ini berjalan intensif sejak pukul 09.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Tak hanya mempresentasikan hasil riset, delegasi Unisda juga aktif menjajaki peluang kolaborasi akademik. Di antaranya melalui rencana publikasi bersama di Journal of Academia (MyCite) serta penyusunan Chapters-in-Book ber-ISBN elektronik sebagai tindak lanjut dari penelitian yang dipaparkan.

Ke depan, sinergi antara Unisda dan UiTM diharapkan terus berkembang. Peluang kerja sama terbuka lebar, mulai dari riset kolaboratif, pertukaran dosen, hingga penguatan sistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika global.(Red)

Advertisement