SMAN 2 Lamongan Perkuat Edukasi Anti Narkoba dan Bullying Untuk Pelajar
Kabar1Lamongan.com – Upaya penguatan karakter dan perlindungan pelajar dari bahaya narkotika serta tindakan perundungan terus digencarkan. Kali ini, SMAN 2 Lamongan mengadakan kegiatan penyuluhan bagi siswa pada Kamis (23/04/2026), dengan menghadirkan H. IPDA Purnomo sebagai pemateri utama.
Mengusung tema “Generasi Sehat: Sehat Tanpa Narkoba, Aman Tanpa Kekerasan, dan Wujudkan Hidup Sehat”, kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi preventif yang juga melibatkan mahasiswa PLP dari Universitas Negeri Surabaya tahun 2026.
Wakil Kepala SMAN 2 Lamongan, Samiran, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan langkah konkret sekolah dalam menjaga lingkungan belajar tetap kondusif dan bebas dari pengaruh negatif.
“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi siswa. Kami ingin memastikan tidak ada tempat bagi narkoba maupun tindakan kekerasan di SMADA. Kehadiran narasumber dari kepolisian memberikan perspektif nyata yang sangat dibutuhkan siswa,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa tidak hanya bersifat insidental, melainkan akan dijadikan agenda rutin setiap tahun agar seluruh angkatan mendapatkan pemahaman yang sama.
Dalam sesi materi, H. IPDA Purnomo memaparkan berbagai konsekuensi hukum sekaligus dampak kesehatan akibat penyalahgunaan narkoba. Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan mental pelajar dalam menghadapi tekanan lingkungan sosial.
“Jangan mudah terpengaruh. Satu keputusan keliru bisa berdampak panjang terhadap masa depan,” tegasnya di hadapan peserta.
Selain itu, siswa juga didorong untuk berani melaporkan tindakan perundungan atau kekerasan yang mereka alami maupun saksikan. Menurutnya, keberanian untuk berbicara menjadi langkah awal dalam memutus rantai kekerasan di lingkungan sekolah.
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Beragam pertanyaan muncul, terutama terkait cara menghadapi tekanan dari teman sebaya. Menanggapi hal tersebut, H. IPDA Purnomo menekankan pentingnya keberanian menolak ajakan negatif serta mengarahkan energi pada kegiatan positif seperti pengembangan bakat dan prestasi.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian pesan bersama yang menegaskan komitmen seluruh peserta untuk menjadi generasi sehat, bebas narkoba, dan menjunjung tinggi nilai-nilai anti kekerasan. Kolaborasi antara sekolah dan aparat kepolisian ini diharapkan mampu membentuk pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan ketahanan karakter. (Red)










