Daerah KKN-BBK 6 Unair Dorong Literasi di Sidomulyo Lewat Gelar Sosialisasi Manajemen Perpustakaan...

KKN-BBK 6 Unair Dorong Literasi di Sidomulyo Lewat Gelar Sosialisasi Manajemen Perpustakaan Sekolah

KKN-BBK 6 Unair Dorong Literasi di Sidomulyo Lewat Gelar Sosialisasi Manajemen Perpustakaan Sekolah

Kabar1lamongan.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBK) 6 Universitas Airlangga yang tengah menjalankan program pengabdian di Desa Sidomulyo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, menggelar sosialisasi bertajuk “Manajemen Dasar Perpustakaan Sekolah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli 2025, mulai pukul 10.30 hingga 12.00 WIB di SD Negeri 01 Sidomulyo.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan guru dari tiga sekolah dasar yang ada di Desa Sidomulyo, yaitu SDN 01 Sidomulyo, SDN 02 Sidomulyo, dan MI Inhadlut Tholibin. Masing-masing sekolah mengirimkan 3 hingga 5 guru sebagai peserta dalam kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas manajemen perpustakaan sekolah.

Advertisement

Sebagai narasumber utama, tim KKN-BBK 6 Unair menghadirkan Zulfatun Sofiyani, S.IIP., M.Hum., seorang dosen Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Dalam paparannya, Zulfa menyampaikan pentingnya perpustakaan sebagai pusat literasi dan pembentukan karakter siswa sejak dini.

“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga merupakan jantung dari proses belajar di sekolah,” ujar Zulfa dalam pemaparannya. Ia menekankan bahwa perpustakaan yang terkelola dengan baik akan mendukung kegiatan belajar mengajar secara efektif dan memperkuat budaya baca di kalangan siswa.

Materi yang disampaikan mencakup manajemen koleksi perpustakaan, pelayanan, sarana fisik, sumber daya manusia, hingga program literasi dan promosi.

Menurut Zulfa, pengelolaan koleksi mencakup proses seleksi bahan pustaka, klasifikasi sederhana, inventarisasi, hingga penyiangan koleksi yang tidak relevan. Ia juga mengutip standar dari American Library Association (ALA) dan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) yang menyarankan jumlah ideal koleksi buku adalah 40 judul per siswa, angka ini merupakn hasil dari perhitungan ALA, yakni apabila terdapat 500 siswa maka sebaiknya perpustakaan memiliki kurang lebih 20.000 judul koleksi.

Selain itu, Zulfa juga memperkenalkan berbagai jenis layanan yang seharusnya ada di perpustakaan sekolah, seperti layanan sirkulasi, referensi, ruang baca, hingga layanan berbasis teknologi informasi. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana seperti spreadsheet, Google Form, dan aplikasi SLiMS dapat membantu administrasi perpustakaan berjalan lebih efisien.

Dari sisi sarana dan prasarana, Zulfa menyarankan agar ruang perpustakaan dibuat ramah anak, dengan tata letak yang menarik dan visual yang menyenangkan. “Rak buku harus rendah dan aman, sudut baca bisa dibuat tematik, dan penggunaan warna-warna cerah akan membuat siswa merasa betah di perpustakaan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pustakawan atau guru pustakawan yang terlatih. Kolaborasi antara pustakawan dengan guru kelas sangat diperlukan dalam menyusun program literasi sekolah seperti proyek buku cerita siswa, lomba resensi, storytelling, atau pameran buku.

Menghadapi tantangan umum seperti keterbatasan koleksi, rendahnya minat baca, serta minimnya anggaran dan SDM, Zulfa menawarkan beberapa solusi praktis. Di antaranya melalui donasi buku, kerjasama antarsekolah, pelatihan bagi guru, dan penerapan program literasi menyenangkan yang sesuai dengan karakter siswa. “Manajemen perpustakaan adalah soal konsistensi, dan kuncinya ada pada kolaborasi. Jangan menunggu lengkap dulu, mulai dari yang ada dan terus dikembangkan,” pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta guru. Salah satu guru dari SDN 02 Sidomulyo menyatakan bahwa sosialisasi ini membuka wawasannya dalam mengelola perpustakaan sekolah secara lebih sistematis dan terstruktur. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang dengan pendampingan praktis.

Adapaun Koordinator Desa dari KKN-BBK 6 Unair Desa Sidomulyo, Mega Putri Mahadewi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa terhadap penguatan kapasitas pendidikan di desa. “Kami berharap, dengan adanya pelatihan ini, perpustakaan sekolah di Sidomulyo bisa menjadi lebih hidup dan fungsional, serta benar-benar menjadi pusat kegiatan belajar mengajar,” ujar Mega.

Sosialisasi manajemen perpustakaan ini menjadi satu dari rangkaian program kerja tematik yang diusung oleh kelompok KKN-BBK 6 Unair dengan fokus utama pada bidang pendidikan, yakni penguatan literasi dan pendidikan dasar di masyarakat pedesaan.

Penulis: Tim KKN-BBK 6 Unair Sidomulyo

Advertisement