Mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR Melakukan SIGMA: Skrining Glukosa Gratis untuk Masyarakat di Desa Medalem
Kabar1lamongan.com – Penyakit gula (kencing manis) atau diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat dan termasuk dalam 10 besar penyebab kematian tertinggi di dunia. Prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 10,9% pada tahun 2018 menjadi 11,7% pada tahun 2023. Ironisnya, banyak penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka mengidap diabetes karena belum pernah mengikuti pemeriksaan rutin dan banyak masyarakat yang menganggap bahwa pemeriksaan hanya dilakukan saat sakit saja, sehingga saat mereka merasa sehat tidak melakukan pemeriksaan rutin.
Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-BBK (Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas) ke-6 Universitas Airlangga mengadakan kegiatan skrining glukosa (gula darah) gratis untuk masyarakat di Desa Medalem, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang kesehatan dan bertujuan untuk membantu deteksi secara dini risiko diabetes melitus dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kadar gula darah.
Kegiatan pemeriksaan gula darah gratis dilaksanakan selama tiga hari, yakni tanggal 11, 23, dan 30 Juli 2025, di 3 lokasi berbeda yang mencakup 4 dusun yang ada di Desa Medalem. Lokasi kegiatan pemeriksaan meliputi Balai Desa Medalem untuk warga Dusun Brungkah dan Dusun Ngangkrok, rumah warga Dusun Kelor, dan rumah warga Dusun Ganggang. Program ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa BBK 6 Desa Medalem, tenaga medis posyandu setempat, dan partisipasi aktif dari masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta, dilanjutkan dengan pengisian data pribadi serta pengukuran berat badan dan tinggi badan, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar gula darah. Setelah hasil pemeriksaan kadar gula darah keluar, peserta diberikan edukasi mengenai hasil dari pengukuran kadar gula darah. Apabila hasil dari pengukuran menunjukkan kadar gula darah yang tinggi, peserta akan diberikan edukasi lanjutan mengenai langkah penanganan awal dan anjuran lebih lanjut untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Salah satu partisipan dari Desa Medalem yang mengikuti kegiatan cek gula darah gratis menyatakan “Sangat terbantu dengan adanya program pengecekan gula darah gratis, dikarenakan dengan program ini saya dapat mengetahui kadar gula darah saya yang ternyata tinggi, sehingga saya lebih berhati-hati dengan minum dan makan yang manis”.
Di akhir acara, mahasiswa BBK 6 Desa Medalem mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, tidak hanya saat merasa sakit, tetapi juga sebagai tindakan pencegahan terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes melitus. Pemeriksaan kadar gula darah ini diharapkan dapat menjadi kontribusi yang nyata terhadap program kesehatan desa.
Penulis: Arsanti Nabilah Maheswari, Chofifatus Solecha Azzahra, Shofiyah Hilaliyah Qudsi










