Daerah Pengasuh Ponpes Darul Fiqhi, Desa Rejosari Deket, Angkat Bicara Klarifikasi Soal Dugaan...

Pengasuh Ponpes Darul Fiqhi, Desa Rejosari Deket, Angkat Bicara Klarifikasi Soal Dugaan Keracunan Makanan.

Pengasuh Ponpes Darul Fiqhi, Desa Rejosari Deket, Angkat Bicara Klarifikasi Soal Dugaan Keracunan Makanan.

Kabar1lamongan.com – Setelah Viral, tergolong Kejadian luar biasa (KLB) atas dugaan keracunan makanan di Ponpes Darul Figih Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fiqhi Dusun Ngepung, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan angkat bicara terkait pemberitaan adanya dugaan keracunan yang dialami puluhan santriwati hingga dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas setempat, yang terjadi setelah 224 orang mengonsumsi/makanan dari kunjungan wali santri. Didapatkan 49 orang santriwati dengan keluhan pusing, panas, nyeri perut bagian atas (epigastrium) batuk, sesak.

Pengasuh Ponpes Darul Fiqhi, KH. Abdul Adzim menjelaskan, bahwa kejadian ini bermula diketahui hari Sabtu (09/09/2023) pagi terdapat 10 santri putri sakit secara bersamaan dan dirujuk ke RSUD Soegiri dan Puskesmas Deket.

Advertisement

Selanjutnya, di hari yang bersamaan Sabtu sore hari hingga petang di waktu yang hampir berdekatan sekitar 30 santri putri dilarikan ke RSUD Soegiri dan Puskesmas Deket.

“Pertama kami mengucapkan terimakasih kepada tim medis, Dinas Kesehatan dan Kepolisian serta masyarakat Dusun Ngepung yang secara sigap memberikan bantuan sehingga kejadian bisa tertangani secara cepat dan sigap. Pihaknya menyimpulkan bahwa kejadian tersebut bukan keracunan makanan dari Ponpes. Karena kejadian tersebut hanya menimpa mayoritas santri putri atau santriwati,” tutur KH. Abdul Adzim, Gus Adzim sapa akrabnya. Senin (11/09/2023).

“Dari kejadian yang ada, sehingga kami menyimpulkan bahwa tidak ada keracunan makanan dari Ponpes karena santri laki-laki tidak mengalami gejala apapun,” ujarnya.

Namun demikian, pihak Ponpes Darul Fiqhi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Lamongan akan mendalami masalah ini sebagai sarana perbaikan demi terciptanya Ponpes yang ramah kesehatan.

Gus Adzim juga meminta doa dan support untuk kesembuhan para santri yang saat ini masih menjalani pemulihan baik yang di rumah sakit maupun yang berada di rumah.

“Alhamdulillah!! Sebagian besar santri yang di rawat sudah pulang dan menjalani pemulihan di rumah masing-masing, Dan yang masih rawat inap di RS Soegiri masih ada 8 santri yang dimungkinkan masih ada gejala lain yang perlu ditangani. Sedangkan yang di puskesmas sudah pulang semua,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan seperti diungkapkan Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Maratus Sholihah menyatakan, Dinkes Lamongan tidak mendapati indikasi keracunan lantaran kurangnya bukti sampel makanan yang sudah tidak ada.

Camat deket, Bersama Forkopincam Hadir di Ponpes. Foto: Kabar1/Senin,(11/09/2023).

Keterbatasan Pemeriksaan laboratorium mengalami kendala karena tidak menemukan sampel sisa makanan dan muntahan sekaligus feses (rectal swab) dikarenakan hanya ada 1 orang yang mengeluh diare tapi tidak profus; Definisi operasional kasus/sakit kurang spesifik, karena pada saat wawancara, rata-rata santriwati ragu menjawab, lupa akan apa yang di makan dan mulai jam berapa ada keluhan muncul ungkap Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Maratus Sholihah.

“Pemeriksaan laboratorium mengalami kendala karena tidak menemukan sampel sisa makanan dan muntahan, pada saat wawancara para santri ragu menjawab lupa akan apa yang di makan dan mulai kapan ada keluhan muncul serta ada santri putra yang sakit sebelumnya 3 hari yang lalu sudah sakit di pondok,” kata Maratus Sholihah.

Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Maratus Sholihah. Foto: Kabar1/Senin,(11/09/2023).

Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Maratus Sholihah juga mengasumsikan bila pada hari sebelum kejadian, tepatnya hari Jumat sejumlah santri termasuk santriwati mendapat banyak kunjungan dari orang tua wali santri.

“Sebelum kejadian bisa jadi para santriwati itu konsumsi makanan dari luar yang dibawa oleh orang tua wali santri karena hari jumat waktunya kunjungan,” jelasnya.

Ditambahkan Dokter Nanda Bagus Hadi Sunarto yang menangani kejadian luar biasa ini menjelaskan, bila para santri ini kebanyakan menderita gastritis akut atau maag akut yang dipicu asam lambung.

“Kecenderungan ini terjadi karena seseorang mengalami stres, cemas, atau panik. Bisa jadi karena santriwati mengalami stres ataupun panik jelang ujian karena banyak faktor yang mendorong terjadinya gastritis,” ungkap Dokter, Nanda Bagus Hadi Sunarto.

Team Dokter PKM Deket bersama Tim Gabungan Surveilans Dinkes di Ponpes Darul Fiqhi. Foto: Kabar1/Senin,(11/09/2023).

Senada dengan hal itu, Camat Deket, Arif Bakhtiar mengatakan tindakan yang telah di lakukan, seperti memberikan pemeriksaaan dan pengobatan oleh team dokter PKM Deket pada Santriwati yang mengalami keluhan/gejala PE oleh Tim gabungan surveilans Dinkes dan PKM.

“Team Dokter PKM Deket bersama Tim gabungan surveilans Dinkes memberikan penyuluhan tentang pengolahan makanan yang higienis kepada penjamah makanan dan pengolah makanan, serta tentang cara cuci tangan yang baik dan benar, sekaligus harus mempertimbangkan antara waktu pemasakan dan jam penyajiannya serta rencana tindak lanjut, pemantauan misal peningkatan kasus; Pengiriman sampel air ke BBLK Surabaya untuk dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium BBLK (mikrobiologi & kimiawi) Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lamongan dan Lintas program, lintas sektor,” tutup camat.(F2/red)

Advertisement