Komunitas Galon FC, mutiara Terpendam cetak Bibit muda berbakat Persepakbolaan Lamongan

Galon FC, mutiara Terpendam cetak Bibit muda berbakat Persepakbolaan Lamongan

Kabar1lamongan.com – Bermula dari keinginan untuk berbuat lalu terbesit ingin membuat klub bola junior, Nugroho Priyo adalah Pria sosok sederhana yang peduli. Dirinya dinilai berhasil membuat wadah pembinaan untuk menggali bibit bibit muda Lamongan dalam dunia persepakbolaan. Klub bola junior yang beranggotakan dari anak-anak yang masih duduk di bangku SD. anak anak yang belum mengenal bola sama sekali tapi ingin bisa bermain bola dengan baik. Dirinya mengaku pembinaan itu di mulai dari nol dengan bermain bersama, berlatih bersama rutin dalam seminggunya. Hal itu dilakukannya untuk menggali bibit muda milenial Lamongan di dunia persepakbolaan khusus nya.

” Saat itu 5 tahun lalu kita hanya bermain sepak bola sama anak anak rutin setiap minggu, tiap ada turnamen ingin ikut. saat itu ada turnament bola junior di Ngawi diikutkan guna mencoba seberapa jauh perkembangan dan bakat bibit muda pesepak bola lokal kecamatan sambeng, hingga ada turnamen di kecamatan Sugio, Lamongan kita juga mengikuti nya dan seiring waktu dalam setahun berlalu mereka semua mulai nampak terlihat bakatnya”, Papar Nugroho Priyo selaku Founder Galon FC yang akbrab disebut Ukik. (Sabtu,09/01/2021)

Dalam perjalanannya di tahun yang kedua, kemudian para anak didik SSB sudah beranjak SMP usia 11, 12 sampai 14 waktu itu sudah berani mengikuti seleksi-seleksi, seperti halnya seleksi di Persela. SSB ini ikut andil dalam seleksi, Cuman memang waktu itu belum ada keberuntungan, jadi seleksi pertama dipanggil, seleksi kedua tidak ada, sesi pertama dipanggil seleksi kedua Dipanggil lagi sampai beberapa kali namun tak kunjung masuk lolos seleksi ungkap ukik.

Karena cerita itu pada akhirnya Tiga tahun yang lalu anak-anak pemain bola itu sudah mulai matang, tepat nya tanggal 27 November 2017 ukik membentuk klub GALON FC saat diskusi dengan para pemain muda binaan nya. Dirinya sendiri sebagai pengurus dan pendana, menggandeng Apotek Sambeng dan Tesalonika sebagai sponsor.

“Tesalonika adalah usaha saya, usaha di bidang air minum dan pendistribusian Galon beragam merk dan air isi ulang seperti itu akhirnya kita sepakat pakai nama Galon karena filosofinya juga sangat sangat dalam, Apa itu? mengusulkan seperti itu karena kalau dulu Kendi (tempat air minum dalam bahasa jawa) terbuat dari tanah, namun pada perkembangan zaman kendi sudah mulai bergeser sudah tidak ada. Kebiasaan orang-orang rebus air tidak lagi mereka sudah perlahan-lahan ganti dengan galon, galon pada 3 tahun lalu usahanya itu benar-benar booming. Dulu katanya minum air isi ulang batuk, akhirnya masyarakat mau minum air isi ulang memakai galon, begitu awal muasalnya kenapa club bola junior ini terbentuk dan dinamai Galon FC “ujar ukik.

Sejak Tiga tahun yang lalu terbentuk 2017 Galon FC mengadakan sparring dan ikut turnamen-turnamen, di manapun itu diikuti, seperti turnamen bola di Balongpanggang Gresik, Mojokerto, dan Jombang. Namun waktu itu memang belum belum kelihatan hasilnya karena baru terbentuk, tutur pak ukik pada awak media.

“Kalau ada seleksi di Lamongan anak anak kita jarang terpanggil, jarang-jarang panggilan untuk seleksi berikutnya. Melihat kenyataan itu kita akhirnya sparring keluar kota terus, beberapa waktu itu yang dipanggil ikut Persela namun tak lolos pula pada seleksi U-17, Seperti biasanya ketika ada turnamen misalnya di Ngoro Industri Mojokerto piala Tiger cup di 2019 waktu lalu ternyata Galon FC mulai kelihatan prestasinya sebagai juara 1 dan mewakili Lamongan Piala tiger Cup di Ngoro Industri Mojokerto 2019”, Terang ukik.

pada bulan Juli 2020 Galon FC dapat mencetak Prestasi sangat luar biasa, Galon FC melakukan sparring dengan Arema FC Arema U-20 profesional. Galon FC bermaen all out dengan Arema U-20, waktu itu club nya bisa mengalahkan Arema FC dengan skor 2-1. Berikutnya bulan Agustus 2020 mengikuti turnamen di Tambakberas kabupaten Jombang. Pada saat itu juga bersamaan dengan Trafeo yang ada di kecamatan Karanggeneng-Lamongan, disela-sela turnamen Tambakberas FC Galon mendapat juara 1 pada Trofeo Karanggeneng “, Ungkap Pak Ujik Selaku founder Galon FC dan Anggota Jaringan Milenial Lamongan (Jamila) ini.

Alhasil Top skor terbaik dengan minim kartu pelanggaran adalah sebuah pencapaian prestasi dan kerja keras yang luar biasa, dan dengan diraihnya sebagai klub terbaik dan Top Skor berhasil diraih Galon FC terus juara umum lagi. mendapat piala dan mencetak prestasi tidak berhenti di situ saja bulan 9 nya (September), Galon FC diundang pare Legends itu terdiri dari pemain-pemain eX persedikab Kabupaten Pare, para mantan pemain profesional yang sudah Legend, para pemain usianya di atas 30 tahun.

“Saat kejuaraan trofeo di Desa Sambirejo waktu itu yang diikuti club ABK Pare terus Pare Legends sama galon FC di situ kita juga bisa meraih juara 1 trofeo di Pare, prestasi yang luar biasa karena waktu itu sempat juga agak sedikit Grogi ya karena terdengar ini mantan pemain persedikab seperti itu namun dengan semangat dari anak-anak galon kita waktu itu bisa meraih,” ungkap ukik.

Imbuhnya, “Beberapa bulan yang lalu tim dari Gresik mengadakan trofeo Bengawan Solo yang diadakan di Stadion Surajaya Lamongan waktu itu diikuti galon FC sama Union FC Lamongan ternyata turnamen di turnamen Bengawan Solo di Surajaya. waktu itu kita juga berhasil menjuarai lagi, Jadi di Karanggeneng trofeo kita juara, di tambak beras turnamen sepak bola kita juara, di Pare di Sambirejo kita juga juara terus di Bengawan Solo trofeo kita juga dapat juara”.

Prestasi luar biasa bagi sebuah club yang berada di kecamatan sambeng, pasalnya pada tahun 2020 galon FC sudah meraih 5 kali kejuaraan dengan menjuarai 5 kali kejuaraan yang berbeda. menjelang ulang tahun galon FC bulan kemarin club nya juga sudah mengadakan turnamen sendiri.

“karena biasanya kalau kita diundang terus ada inisiatif dari anak-anak Ayo kita mengadakan turnamen kita mengundang akhirnya disepakati kita mengundang PFC dari Lamongan terus dari klub bola dari Gresik, disitu juga GALON FC ternyata di situ kita juara lagi. jadi tahun 2020 kemarin itu 5 kali kita jadi juara semuanya juara 1. waktu itu niat kita kepingin menimba ilmu dari club tersebut, terus berikutnya kita mengadakan sparring lagi di Jombang kita selalu menang dengan klub-klub plat S dengan klub-klub yang dari wilayah Jombang, trus Ngedheg FC Mojokerto kita juga bisa menang”, ungkap ukik dengan kebanggaan.

Yang patut di apresiasi adalah Cetakan Anggota galon FC juga sudah ada yang di rekrut Di club junior profesional, seperti di persegres Gresik, PSID Jombang yang terakhir di Persib U18 juga ada. Banyak pemain muda yang lahir dari binaan Galon FC. itu adalah prestasi yang sangat membanggakan, karena clup ini didanai oleh Swadaya murni dari anak-anak galon FC dan swadaya murni dari usaha Nugroho Priyo (ukik) sendiri.

“Harapan kami kedepan kalau ada dari Persela yang melihat prestasi kami ataupun mendengar, kami hanya butuh perhatian. karena Lamongan sendiri punya bibit pemain muda yang luar biasa. Selama ini Hanya ada satu organisasi yang care kepada kawan Galon FC yaitu Jamilah (jaringan milenial Lamongan), yang ketua nya gus khafid ilhyauddin” ungkapnya ukik.

Di tahun 2021 ini Galon FC juga sudah membuat Soccer Academy dan sudah ada 50 bibit yang sudah masuk baru jadi anggota, dan yang jadi perhatian luar biasa adalah setiap kali latihan anak anak yang ikut SSB nya (sekolah sepak bola) hanya sumbangsih Rp. 2.000 per anak setiap kali latihan dan itu untuk beli air mineral saja dan untuk ganti bensin kepada coach dari teman FC galon sendiri.

Saat di tanya Untuk jersey baju bola dirinya mengungkapkan membuka lebar lebar sponsor untuk pihak swasta atau perusahaan yang mau membantu membikinkan jersey tersebut untuk para bibit bibit muda pemain bola di SSB nya itu. Base camp GALON FC di desa candisari sambeng, wilayah Kades abah hartono. Untuk lebih lengkapnya silakan d follow IG : 1. galon fc ; 2. Nugroho_gms , Contack person:  085231209999.

“Jadi Galon FC adalah wadah wujud kepedulian dan keprihatinan saya sama teman teman anggota galon FC kepada dunia sepakbola Lamongan terutama dalam hal pembinaan, dan Saya juga melihat banyak pemuda yang sekarang teracuni oleh gadget hanya bermain game saja di warung wi-fi saja saat libur sekolah dalam masa pademi covid19 ini, imbuh Ukik. (F2/Yos’03)