Tim Gabungan Polres Lamongan Berhasil Menemukan Anak Tenggelam di Sungai Lamong, Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Kabar1lamongan.com, 06/02/2026 – Upaya Tim SAR Gabungan Polres Lamongan pencarian terhadap korban anak tenggelam yang terseret arus Sungai Lamong di wilayah Dusun Kedungcalok, Desa Kreterangon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, akhirnya membuahkan hasil.
Pada Jumat, (06/02), sekira pukul 08.00 WIB, Kapolsek Sambeng IPTU Ridwan Hariyanto, S.M. bersama instansi terkait melaksanakan apel dan koordinasi di Posko Balai Desa Kreterangon sebelum melanjutkan proses pencarian korban pada hari kedua.
Pencarian hari kedua tersebut melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Polres Lamongan, Basarnas, BPBD Kabupaten Lamongan, Satpolairud Polres Lamongan, relawan serta dibantu oleh perangkat desa dan masyarakat setempat, dengan menyusuri serta memperluas area pencarian di sepanjang aliran Sungai Lamong.
Pada pukul 11.00 WIB, korban atas nama FN (10) berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan Polres Lamongan di aliran Sungai Lamong, tepatnya di Dusun Setoyo, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Jarak antara lokasi kejadian awal (TKP) dengan lokasi penemuan korban diperkirakan kurang lebih 15 kilometer dalam keadaan meninggal dunia.
Setelah korban ditemukan, petugas gabungan segera melakukan evakuasi dan berkoordinasi untuk proses penanganan lebih lanjut.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan ikhlas, serta menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd ditempat terpisah turut menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut serta mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama.
Pihak kepolisian kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat kondisi debit air meningkat dan arus sungai cukup deras, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (**)










