Bela Negara Bacadnas Evaluasi Program 2026, Forum Kader Bela Negara Siap Perkuat Sinergi

Bacadnas Evaluasi Program 2026, Forum Kader Bela Negara Siap Perkuat Sinergi

Bacadnas Evaluasi Program 2026, Forum Kader Bela Negara Siap Perkuat Sinergi

Jakarta, Kabar1Lamongan.com – Pusat Bela Negara, Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menggelar Rapat Kerja Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dalam format coffee morning di ruang rapat Bacadnas, Jalan Salemba Raya No. 14, Jakarta Pusat, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Bela Negara, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, dan dihadiri oleh 12 ormas Bela Negara binaan Kementerian Pertahanan.

Advertisement

Rapat kerja tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, menyamakan persepsi, serta memperjelas landasan hukum, arah program, dan komitmen bersama dalam membangun kesadaran bela negara.

Dalam sambutannya, Parluhutan menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan seluruh ormas menjalankan program sesuai kebijakan nasional di bidang bela negara.

“Tujuan utama kita adalah silaturahmi dan menyatukan visi. Ormas diharapkan aktif, namun tetap menjalankan kegiatan sesuai ketentuan. Fokus kita adalah internalisasi nilai-nilai bela negara kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (PUM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Wahyu Chandra Kusuma Purwo Nugroho, menegaskan bahwa ormas Bela Negara harus menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya bersama Bacadnas Kemhan.

Menurutnya, peran ormas tidak hanya sebatas mendukung program pemerintah, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional melalui kegiatan yang konstruktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ormas Bela Negara harus menjadi mitra strategis pemerintah, dengan mengedepankan sinergi dan kontribusi nyata,” tegas Wahyu.

Ia juga mengimbau agar ormas memfokuskan kegiatan pada aktivitas edukatif seperti peningkatan wawasan kebangsaan, penguatan karakter, serta pembinaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Dr. Andi Taletting Langi, menekankan pentingnya aspek legalitas dan tata kelola organisasi.

Ia menjelaskan bahwa setiap ormas Bela Negara wajib memiliki dasar hukum yang jelas melalui pengesahan badan hukum dari Kemenkumham, serta menjalankan tata kelola organisasi secara transparan dan akuntabel.

“Keberadaan ormas Bela Negara harus tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku, baik dari sisi pendirian, pengesahan badan hukum, maupun tata kelola organisasinya,” jelas Andi.

Keterangan: Bacadnas Evaluasi Program 2026, Forum Kader Bela Negara Siap Perkuat Sinergi. Selasa (28/04/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor antara pembinaan ideologis oleh Kementerian Pertahanan dan pengawasan administratif oleh Kemenkumham, agar ormas tetap berjalan sesuai regulasi serta tidak menyimpang dari nilai-nilai kebangsaan.

Ada sejumlah program kerja Bacadnas yang sangat menggembirakan bagi Ormas binaan Kemhan RI, kabar baik dan kemajuan yang sangat berarti. Dimana sejumlah agenda kedepan akan membawa semangat dan motivasi untuk terus berkarya serta meningkatkan program kegiatan yang lebih baik dan masif, sesuai fungsi dan peran sebagai Ormas binaan.

Dalam sesi pembekalan Desiminasi Bela Negara oleh Kabid Lingmas Bela Negara Pus Bacadnas Kemhan Kolonel Ruddi Hermawan, SH., S.IP, memaparkan berbagai ketentuan terkait tata kelola organisasi serta sinkronisasi program kerja agar selaras dengan visi pertahanan negara. Materi tersebut mencakup penguatan peran ormas sebagai bagian dari komponen pendukung pertahanan serta peningkatan efektivitas program bela negara di tengah masyarakat.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh komponen masyarakat yang tergabung dalam ormas Bela Negara berjalan seiring dengan kebijakan pertahanan negara, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran nasional.

Dengan adanya sinergi yang kuat, kejelasan legalitas, serta arah program yang terintegrasi, ormas Bela Negara diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh ketahanan nasional dan meningkatkan semangat kebangsaan di seluruh lapisan masyarakat.

Dalam forum tersebut, setiap organisasi diwajibkan menyampaikan laporan kinerja awal tahun serta rencana kerja ke depan. Dari perwakilan FKBN (Forum Kader Bela Negara), Ali Santoso dan Rembun Waluyo menegaskan komitmen organisasi mereka dalam mendukung program Bacadnas, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Menurut Rembun Waluyo, FKBN akan terus mengoptimalkan peran anggota di berbagai daerah sebagai garda terdepan dalam implementasi program bela negara berbasis masyarakat. Ia menekankan bahwa capaian awal di sektor ketahanan pangan menunjukkan hasil yang positif dan perlu diperluas.

Sementara itu, Ali Santoso menambahkan bahwa FKBN juga fokus meningkatkan kesadaran bela negara melalui berbagai program edukatif. Program tersebut mencakup pendidikan bela negara, pengembangan Desa Bela Negara, hingga sosialisasi penggunaan organik sebagai alternatif ramah lingkungan guna mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Sekretaris Utama FKBN, Elpin Subagus, menilai hasil evaluasi Triwulan I menjadi dasar penting dalam menyusun langkah yang lebih terarah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi agar program tidak hanya bersifat administratif, tetapi memberikan dampak nyata di lapangan.

Hal senada disampaikan Ketua Umum FKBN, Angga Rahadian Tirtawijaya. Ia menegaskan kesiapan FKBN untuk menjadi pelaksana utama berbagai program Bacadnas di daerah. Fokus utama tahun ini, menurutnya, adalah penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan Desa Bela Negara dan perluasan penggunaan Terapan organik Bela Negara.

Rapat kerja ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Bacadnas dan Ormas Bela Negara dalam mengimplementasikan program strategis nasional, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai bela negara dapat diwujudkan secara konkret di tengah masyarakat. (Red)

Advertisement