Muscab PKB Lamongan 2026 Jadi Arena Penentuan Kekuatan Politik di Masa Depan.
Kabar1Lamongan.com – Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Lamongan bukan sekadar agenda rutin pergantian kepemimpinan. Forum ini menjadi titik krusial dalam menentukan arah kekuatan politik partai ke depan, sekaligus ajang seleksi ketat untuk mencari figur pemimpin paling solid.
DPC PKB Lamongan memastikan proses penjaringan calon ketua tidak berjalan normatif. Setiap kandidat diwajibkan melewati uji kompetensi sebagai instrumen utama untuk mengukur kapasitas, loyalitas, dan kemampuan manajerial dalam mengonsolidasikan partai.
Langkah ini menandai keseriusan PKB dalam memperkuat struktur internal sekaligus mengunci soliditas kader menjelang kontestasi politik berikutnya.

Sejumlah nama mulai mencuat dari usulan Pengurus Anak Cabang (PAC), termasuk petahana Abdul Ghofur dan Ketua DPRD Lamongan periode 2024–2029, Muhammad Freddy Wahyudi. Namun, keduanya tidak mendapat jalur instan. Seluruh kandidat tetap harus melewati tahapan seleksi berlapis sebelum diputuskan DPP. Ada nama lainnya yang muncul selain H. Gofur dan M. Fredy, yaitu Suherman dan Jauhuri fikry.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa Muscab Lamongan masuk dalam gelombang awal pelaksanaan Muscab serentak di Jawa Timur. Ia memastikan, proses seleksi dilakukan secara terukur dan cepat.
“Uji kompetensi di tingkat wilayah menjadi penentu awal. Dalam waktu 7 sampai 10 hari, hasilnya sudah bisa diketahui,” tegas Jazilul, Sabtu (28/03/2026) malam.
Tak hanya fokus pada internal, PKB juga mulai memanaskan mesin politik menuju Pilkada. Jazilul menegaskan, partai membuka peluang lebar bagi kader yang memiliki dukungan kuat dari masyarakat untuk maju sebagai calon bupati.

“Kalau masyarakat memanggil, kader PKB tidak boleh mundur. Harus siap memimpin,” tandas Jazilul Fawaid.
Senada dengan itu, Ketua DPC PKB Lamongan Abdul Ghofur menegaskan bahwa target kemenangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan mandat yang harus direalisasikan. Instruksi DPP jelas: PKB harus kembali mendominasi.
Target yang dipasang pun tidak main-main. PKB Lamongan membidik 17 hingga 19 kursi DPRD, Angka yang cukup untuk mengunci posisi strategis di parlemen.
“Ini bukan sekadar target, tapi komitmen. Lamongan harus kembali menjadi basis hijau secara penuh,” tegas Ghofur.
Dengan skema seleksi kepemimpinan yang ketat dan target politik yang agresif, PKB Lamongan menunjukkan sinyal kuat: mereka tidak hanya ingin bertahan, tetapi siap merebut kembali dominasi politik di daerah. (Red)










