Bela Negara Pentingnya Pendidikan Pencegahan Radikalisme bagi Guru untuk Deteksi Dini Peserta Didik.

Pentingnya Pendidikan Pencegahan Radikalisme bagi Guru untuk Deteksi Dini Peserta Didik.

Pentingnya Pendidikan Pencegahan Radikalisme bagi Guru untuk Deteksi Dini Peserta Didik.

Kabar1lamongan.com, Salam Bela Negara – Pendidikan pencegahan radikalisme bagi guru memiliki peran sangat krusial dalam menjaga dunia pendidikan tetap menjadi ruang aman, moderat, dan berkarakter kebangsaan. Guru adalah figur terdepan yang berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari, sehingga memiliki posisi strategis untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi paparan paham radikal.

 

Advertisement

1. Guru sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini.

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar mata pelajaran, tetapi juga sebagai pendidik nilai, sikap, dan karakter. Dengan pemahaman tentang radikalisme, guru mampu:

– Mengenali perubahan perilaku ekstrem pada siswa.

– Mengamati pola pikir hitam-putih, intoleran, atau anti keberagaman.

– Mewaspadai penggunaan simbol, bahasa, atau narasi kekerasan dan kebencian.

– Deteksi sejak dini memungkinkan penanganan dilakukan secara edukatif dan persuasif, bukan represif.

2. Melindungi Peserta Didik dari Pengaruh Eksternal.

Di era digital, siswa sangat mudah terpapar:

– Konten media sosial bermuatan ekstrem.

– Narasi kebencian berbasis agama, ideologi, atau identitas.

– Kelompok daring yang menyusup lewat isu keadilan, ketidakpuasan, atau solidaritas palsu.

Guru yang teredukasi dapat membimbing siswa untuk berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan tidak mudah terprovokasi.

3. Menjaga Sekolah sebagai Ruang Aman dan Inklusif.

Paham radikal bertentangan dengan nilai:

– Pancasila

– Bhinneka Tunggal Ika

– Toleransi dan kemanusiaan.

Pendidikan radikalisme membantu guru menciptakan iklim sekolah yang:

Menghargai perbedaan

Menolak kekerasan dan diskriminasi

Menumbuhkan dialog dan empati.

4. Penguatan Pendidikan Karakter dan Moderasi.

Dengan pemahaman yang tepat, guru dapat mengintegrasikan:

– Nilai kebangsaan

– Moderasi beragama

– Cinta tanah air.

ke dalam proses pembelajaran dan kegiatan sekolah tanpa menggurui atau menghakimi.

5. Mencegah Dampak Jangka Panjang

Radikalisme yang tidak terdeteksi sejak usia sekolah berpotensi berkembang menjadi :

– Intoleransi sosial

– Kekerasan.

Ancaman terhadap persatuan bangsa

Peran guru dalam pencegahan berarti ikut menjaga masa depan generasi muda dan keutuhan negara.

Kesimpulan :

Pendidikan pencegahan radikalisme bagi guru bukan untuk menakuti, melainkan untuk membekali. Dengan pemahaman yang benar, guru mampu mendeteksi dini, membina dengan bijak, dan mengarahkan peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang kritis, toleran, dan cinta damai. (*FKBN)

Advertisement