Rapat Anggota VII PK IPNU IPPNU Universitas Billfath
Kabar1lamongan.com – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Billfath Lamongan menyelenggarakan Rapat Anggota ke VII di Honest Convention Hall SMK Wachid Hasjim Maduran, sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Rabu (17/12/25).
Mengusung tema “Menetapkan Titik Acuan, Meneruskan Obor Perjuangan: Musyawarah untuk Arah, Regenerasi untuk Kelangsungan”, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam meneguhkan kembali arah gerakan dan menyiapkan estafet kepemimpinan yang berkelanjutan.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting diantaranya: Rektor Universitas Billfath, Pembina PK IPNU-IPPNU Universitas Billfath, Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Babat, Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Cabang Babat, Kepala Sekolah SMK Wachid Hasjim Maduran, serta beberapa PAC Laren, Maduran, Sekaran, Pucuk dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) se-Korda Pantura Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan beserta Majelis Alumni PK IPNU-IPPNU Billfath, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Billfath, serta organisasi eksternal kampus seperti HMI, PMII, GMNI, dan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Billfath.
Dalam sambutannya, Ketua PK IPNU Universitas Billfath, Rekan Hamka menegaskan urgensi kehadiran IPNU-IPPNU di lingkungan perguruan tinggi. Ia mengacu pada panduan resmi dalam buku “Urgensi IPNU IPPNU di Kampus” terbitan LKPT Jawa Timur, bahwa peran PK perguruan tinggi berbeda dengan PAC karena memiliki tiga aspek utama: sosio-kultural, sosio-kemasyarakatan, dan terutama sosio-intelektual. Menurutnya, aspek sosio-intelektual inilah yang menjadi pembeda signifikan antara PK dan PAC, sekaligus menjadi titik temu dengan organisasi eksternal kampus seperti PMII, HMI, dan GMNI.
Rekan Hamka juga menyampaikan aspirasi agar PC IPNU-IPPNU Babat segera mempersiapkan wadah khusus bagi PK Perguruan Tinggi, sebagai bentuk pengakuan terhadap peran strategis komisariat di ranah akademik. Ia mengakhiri sambutannya dengan permohonan agar seluruh organisasi mahasiswa di kampus senantiasa menjaga dan merawat kader-kader IPNU-IPPNU yang tersebar di berbagai struktur kemahasiswaan.
Sementara itu, perwakilan PC IPNU Cabang Babat yang hadir menegaskan kembali tiga pilar peran PK di perguruan tinggi sebagaimana disampaikan oleh Rekan Hamka, serta mengapresiasi kejelasan visi dan ketajaman analisis yang ditunjukkan dalam pemaparan tersebut.
Di sisi lain, Dewan Pembina PK IPNU-IPPNU Universitas Billfath menekankan bahwa jalan menuju kesuksesan di masa depan selalu dimulai dari pengalaman berorganisasi—salah satunya melalui IPNU-IPPNU. Ia pun memberikan apresiasi khusus atas kelancaran dan kedalaman substansi dalam sambutan Ketua PK dan Ketua PC.
Rapat Anggota VII Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU Universitas Billfath berlangsung secara tertib dan demokratis, mengikuti prosedur persidangan yang baku. Sidang dimulai dengan sidang tata tertib, dilanjutkan dengan sidang komisi, sidang laporan pertanggungjawaban pengurus, dan diakhiri dengan sidang pemilihan pimpinan periode berikutnya yang dipandu oleh kader dari Bidang Organisasi PC IPNU-IPPNU Babat.
Dengan terselenggaranya Rapat Anggota ini, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU Universitas Billfath menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam mencetak kader intelektual yang berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, aktif di masyarakat, serta mampu menorehkan kontribusi nyata bagi peradaban kampus dan bangsa. (HB)










