Metropolitan NYC Indonesia, KNPI, dan NAMYO Gelar The Ambassador Summit 2025: Perkuat Semangat...

NYC Indonesia, KNPI, dan NAMYO Gelar The Ambassador Summit 2025: Perkuat Semangat KAA dan Kerja Sama Selatan–Selatan.

NYC Indonesia, KNPI, dan NAMYO Gelar The Ambassador Summit 2025: Perkuat Semangat KAA dan Kerja Sama Selatan–Selatan.

Bogor, Kabar1lamongan.com — National Youth Council (NYC Indonesia) bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Non-Aligned Movement Youth Organization (NAMYO) resmi menggelar The Ambassador Summit 2025 di Bogor sebagai rangkaian peringatan Road to 71st Asia Africa Conference (KAA) 2026. Kegiatan bertaraf internasional ini menghadirkan para Duta Besar negara Asia–Afrika, kepala daerah, akademisi, tokoh pemuda, anggota parlemen, hingga pengusaha.

Presiden NYC Indonesia Tantan Taufik Lubis menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung pada 20–23 November 2025, dengan rangkaian program meliputi Seminar Internasional, Youth Summit, Parade Kebudayaan, Napak Tilas Konferensi Asia Afrika, serta Festival Kuliner. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bogor, OIC Youth Indonesia, Asia Muslim Youth Network, World NYC Federation, serta sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Jakarta, IPB University, Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, UNKRIS, Universitas Al-Azhar, Universitas Islam Bandung, dan Pesantren Darul Ulum.

Advertisement

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang kembali akar sejarah KAA.

“Sebelum Konferensi Asia Afrika 1955, pada 28–29 Desember 1954 digelar ‘Konferensi Bogor’. Pertemuan inilah yang melahirkan poin-poin serta gagasan dasar menuju KAA di Bandung pada April 1955,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Provinsi Jawa Barat Muhammad Faiz menilai The Ambassador Summit menjadi instrumen strategis untuk menggali potensi ekonomi Jawa Barat, sekaligus memperkuat perdagangan internasional bersama negara-negara Asia–Afrika.

Forum ini mengusung format diskusi terbuka yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyoroti peluang investasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Sebagai bagian dari Road to KAA 2026, kegiatan ini diharapkan mampu membangun opini publik konstruktif serta memperkokoh posisi Jawa Barat sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Duta Besar Mozambik Belmiro Jose Malate menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai KAA dalam menghadapi tantangan global.

“Kolonialisme mungkin telah tiada, tetapi imperialisme masih ada. Kita harus terus melawan, membangun ekonomi, dan mempersiapkan generasi muda,” tegasnya.

NYC Indonesia, KNPI, dan NAMYO Gelar The Ambassador Summit 2025: Perkuat Semangat KAA dan Kerja Sama Selatan–Selatan. Foto : kabar1

Duta Besar Turki Prof. Dr. Talip Kucukcan mengingatkan bahwa semangat kerja sama Selatan–Selatan harus terus digaungkan demi kesejahteraan dunia.

“South–South Cooperation bertujuan menuju kesejahteraan umat. Semangat ini harus terus dijaga,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Konsuler Politik Kedutaan Besar India Vikram Vardhan menyampaikan bahwa KAA membawa dampak besar bagi kemerdekaan negara-negara Asia–Afrika.

“Setelah Konferensi Bandung, banyak negara memperoleh kemerdekaan mereka. Semangat itu harus terus hidup,” katanya.

Anggota DPR RI Prof. Dr. Rokhmin Dahuri juga menyoroti relevansi nilai-nilai KAA dalam menghadapi ketidakadilan global.

“Banyak negara maju masih menerapkan standar ganda pada isu kemanusiaan. Karena itu semangat KAA tetap sangat relevan,” ucapnya.

Duta Besar Ethiopia H.E. Prof. Fekadu Beyene Aleka menegaskan bahwa kerja sama Selatan–Selatan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Asia–Afrika.

“Spirit Konferensi Asia Afrika jangan hanya menjadi slogan. Harus diimplementasikan demi keadilan ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan perdamaian dunia,” pungkasnya. (**)

Advertisement