MWC NU Ngimbang Gelar Tahlil dan Istighosah Peringati Hari Santri Nasional 2025
Kabar1lamongan.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Ngimbang (MWC NU Ngimbang), Kabupaten Lamongan, bersama seluruh Ranting NU se-Kecamatan Ngimbang serta Banom NU — di antaranya Muslimat, Ansor-Banser, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU dan IPPNU, menggelar kegiatan Tahlil dan Istighosah pada Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Gedung NU Center Kecamatan Ngimbang, Jalan Raya Babat–Jombang, Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Doa bersama tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual warga NU dalam memperingati perjuangan para santri serta meneguhkan komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, selaras dengan tema nasional yang menegaskan bahwa santri kini tak hanya menjaga kemerdekaan tetapi juga berkontribusi membangun peradaban dunia.
Dalam sambutannya, KH. Ali Mas’adi, selaku Rois Syuriah MWC NU Ngimbang, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini di Gedung NU Center. Beliau juga mengungkapkan bahwa pembangunan Gedung NU Center saat ini telah mencapai 75%, dan diharapkan dapat segera rampung agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan keummatan dan sosial masyarakat.

Sementara itu, K. Habib, S.Pd.I, Ketua MWC NU Ngimbang, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus ranting dan Banom NU yang turut serta menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa semangat Hari Santri harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai wujud cinta tanah air dan bukti nyata pengabdian santri kepada agama, bangsa, dan negara, sesuai dengan tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”.
Melalui kegiatan Tahlil dan Istighosah ini, keluarga besar Nahdlatul Ulama Ngimbang meneguhkan tekad untuk terus berkhidmat dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta cinta damai — sejalan dengan visi santri sebagai agen perubahan yang tak hanya menjaga kemerdekaan, tetapi juga ikut membangun peradaban global. (MN.red)










