Kunjungan Edukasi PAUD Muslimat NU Pagendingan: Mengenal Profesi di Roket Chicken & Polsek Maduran
Kabar1lamongan.com – Anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Muslimat Tunas Harapan NU Pagendingan, Kanugrahan, Lamongan, mengadakan kunjungan edukasi ke gerai Roket Chicken dan Kantor Polsek Maduran pada Kamis, 25 September 2025. Kegiatan bertema “Profesi” ini dirancang sebagai sarana belajar aktif di luar kelas.
Kepala Sekolah KB Tunas Harapan Muslimat NU Pagendingan, Nur Laily Afifah, menyampaikan pentingnya metode belajar ini. “Bermain adalah hal yang dilakukan tanpa paksaan, penuh senang dan gembira, sekaligus menjadi sarana belajar yang efektif bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, meminta anak untuk duduk diam dan memperhatikan saja tidak akan optimal. “Ajak anak keluar, kenalkan pada lingkungan sekitar, ajak mereka bermain sambil belajar. Sebab jiwa anak itu berpetualang, mereka suka berlari, bernyanyi, dan menjelajah,” tegas Laily.
Belajar ‘Cooking’ dan Berkreasi di Rumah Makan
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke rumah makan Roket Chicken. Di sana, anak-anak diajak praktik “cooking” atau memasak yang dipandu langsung oleh staf rumah makan. Dengan mengenakan seragam memasak, antusiasme anak-anak terlihat tinggi dan mendapat respons positif dari para wali murid.

Selain memasak, kreativitas anak juga diasah melalui kegiatan mewarnai gambar ayam. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan semangat belajar dan daya imajinasi anak sejak dini.
Mengenal Profesi Polisi dan Rambu Lalu Lintas
Sebagai penunjang motivasi dan pengetahuan anak, rombongan PAUD melanjutkan kunjungan ke Kantor Polsek Maduran. Tujuannya adalah memperkenalkan anak-anak pada profesi polisi, atribut/alat kepolisian, dan rambu-rambu lalu lintas.

Kegiatan di Polsek dipandu langsung oleh anggota kepolisian setempat. Anak-anak tampak senang karena bisa belajar sambil bermain dan berinteraksi dengan Bapak-bapak Polisi.
Laily Afifah memastikan bahwa kegiatan edukasi di luar kelas seperti ini akan terus dilakukan. “Jika kita monoton di dalam kelas, anak akan mudah jenuh, dan semangat belajar tidak stabil. Kegiatan yang bersifat edukasi ini akan terus kita lakukan sebagai daya tarik anak untuk belajar sambil bermain,” pungkasnya. (Red)










