Langkah Awal Modernisasi: Mahasiswa UNISDA dan PT Agro Sentosa Latih Petani Lamongan Operasikan Drone
Kabar1lamongan.com – Mahasiswa KKN Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) melaksanakan kegiatan penerbangan drone pertanian di area persawahan Desa Titik, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan pada hari Selasa 29 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengenalan dan penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025.
Drone yang digunakan merupakan drone sprayer pertanian yang didesain untuk menyemprotkan pestisida maupun pupuk cair secara otomatis dan efisien. Kegiatan ini tidak hanya sekadar praktik lapangan, namun juga menjadi momen edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya adaptasi teknologi dalam dunia pertanian.
Acara ini turut menggandeng PT Agro Sentosa Banyuwangi, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan alat dan teknologi pertanian. Perwakilan dari PT Agro Sentosa dan didampingi oleh Mahasiswa Fakultas Pertanian UNISDA hadir langsung untuk memperkenalkan produk drone sprayer mereka di wilayah Sekaran Lamongan, serta menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari pencarian calon pilot drone pertanian yang siap ditugaskan secara profesional di area Lamongan dan sekitarnya.
“Kami melihat potensi besar pertanian di Lamongan, namun masih banyak yang belum tersentuh teknologi modern. Maka dari itu, kami hadir tidak hanya untuk mengenalkan drone ini, tetapi juga menjaring generasi muda yang siap menjadi operator atau pilot drone profesional,” ujar Fathur Rossi perwakilan PT Agro Sentosa.
Antusiasme masyarakat setempat sangat tinggi. Para petani, tokoh masyarakat, hingga pemuda desa tampak serius menyimak penjelasan dan demonstrasi penggunaan drone. Beberapa petani bahkan menyampaikan keinginan untuk belajar lebih dalam tentang cara pengoperasiannya.
Menurut Shihabuddin Achmad selaku Kordes KKN Desa Titik, “Penggunaan drone pertanian ini sangat bermanfaat dalam mendukung pertanian presisi. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan solusi pertanian modern kepada petani lokal agar ke depan dapat lebih efisien dan produktif,”
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengenalkan revolusi industri 4.0 di sektor pertanian pedesaan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan desa berbasis teknologi dan inovasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, kami jadi tahu kalau ada teknologi canggih yang bisa membantu pekerjaan kami di sawah. Harapannya semoga pelatihan seperti ini bisa terus dilakukan,” ujar Muhammad Sholikhan salah satu petani desa.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, perusahaan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju modernisasi pertanian desa, membuka peluang kerja baru, dan mempercepat transfer teknologi ke tangan petani lokal. (**)










