Mahasiswa KKN UNISDA 2025 Ciptakan Karya Miniatur Desa dan Data Statistik Untuk Dukung Pembangunan Desa Cengkir
Kabar1lamongan.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan yang ditempatkan di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menyerahkan dua program inovatif kepada pemerintah desa sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan berbasis data dan visual. Kamis (24/7/25).
Dua program tersebut meliputi “Cengkir dalam Angka”, sebuah sistem data statistik desa berbasis barcode, serta miniatur Desa Cengkir yang merepresentasikan tata ruang dan potensi wilayah desa secara visual. Serah terima program dilaksanakan di Balai Desa Cengkir dan dihadiri oleh Kepala Desa Ruslan, S.AP., beserta jajaran perangkat desa.
Menurut penanggung jawab program, Andri, program “Cengkir dalam Angka” merupakan hasil dari pengumpulan dan pengolahan data terkait demografi, sektor pertanian, UMKM, serta fasilitas umum desa. Data tersebut dikemas dalam bentuk digital dan diakses melalui barcode guna mempermudah distribusi dan pemanfaatan informasi oleh masyarakat dan aparat desa.
“Data adalah fondasi utama dalam pembangunan desa. Melalui sistem barcode, kami ingin memastikan informasi penting dapat diakses dengan mudah dan digunakan untuk perencanaan yang lebih tepat sasaran,” ujar Andri.
Sementara itu, miniatur desa yang disusun dengan skala dan detail menggambarkan struktur geografis, sebaran infrastruktur, serta lokasi-lokasi strategis di Desa Cengkir. Program ini dipimpin oleh Azam sebagai koordinator kegiatan.
“Miniatur ini dapat menjadi alat bantu dalam proses perencanaan, presentasi program pembangunan, hingga promosi potensi desa kepada pihak eksternal seperti investor atau mitra pembangunan,” jelas Azam.
Kepala Desa Cengkir, Ruslan, S.AP., menyambut baik hasil karya para mahasiswa KKN. Ia menilai bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya menghadirkan semangat kolaboratif, tetapi juga solusi konkret yang relevan dengan kebutuhan desa.
“Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNISDA yang telah memberikan kontribusi nyata. Data statistik ini akan sangat berguna dalam menyusun program kerja desa, sedangkan miniatur desa menjadi media edukatif sekaligus representasi visual potensi yang kami miliki,” ujar Ruslan.
Pemerintah desa berharap inisiatif yang telah dijalankan selama masa KKN ini dapat terus dikembangkan dan ditindaklanjuti, baik oleh generasi mahasiswa berikutnya maupun melalui kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan desa.
Melalui pendekatan berbasis data dan visualisasi, program KKN UNISDA di Desa Cengkir diharapkan dapat memperkuat tata kelola pembangunan yang partisipatif dan terencana, serta menjadi contoh praktik baik kolaborasi akademisi dan masyarakat dalam mendorong kemandirian desa. (MNR)










