Disperindag Aktif Kolaborasi dan Inovasi, Temu Bisnis KBRI Kuala Lumpur, dan Buyer Malaysia dengan Pelaku UMKM Lamongan.
Kabar1lamongan.com – Kolaborasi dan inovasi terus dilakukan Pemkab Lamongan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Bea Cukai gresik dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Malaysia dengan mengelar temu bisnis KBRI kuala lumpur, dan buyer asal Malaysia dengan pelaku UMKM.
Acara yang digelar Senin (03/07/2023) di kantor Muslimat NU Lamongan ini merupakan langkah strategis setelah sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa dengan negara Jepang.
Pada tahap awal, sebanyak kurang lebih 30 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memamerkan produknya di hadapan calon buyer dari Malaysia.
Kepala Disperindag Kabupaten Lamongan dalam sambutannya mengajak UMKM di Lamongan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menggali informasi yang diinginkan buyer .
“UMKM di Lamongan mari memanfaatkan kesempatan ini dengan menggali informasi yang diinginkan buyer, dari sini, kita akan mengetahui selera konsumen yang ada di Malaysia. Dengan begitu, maka proses link and match bisa berjalan dan saling menguntungkan kedua belah pihak,” terang Anang Taufik.
Kabupaten Lamongan, sambung Kepala Disperindag, memiliki potensi UMKM dari berbagai sektor. Seperti produk kain tenun, batik, kerajinan dan banyak lagi. Selain itu, jumlah pelaku UMKM di Lamongan tercatat 7.635 UMKM (Data 2023), diantaranya mampu melakukan ekspor atau menembus pemasaran hingga kancah internasional mulai Negara Jepang, USA, China, Australia, India, Malaysia, Korea, United Kingdom, Turkey, dan Taiwan, ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Lamongan.
Dengan besarnya potensi dan banyaknya pelaku UMKM tersebut, mendorong Pemkab Lamongan untuk secara aktif melakukan berbagai kolaborasi dengan berbagai pihak. Disamping juga mendorong pendorong peningkatan kualitas UMKM, lewat berbagai pelatihan.
Sementara itu Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Deden Muhammad Fajar.
“Lamongan ini, menurut kami memiliki potensi UMKM yang baik, Aktif terkait kerja sama dan peluang-peluang ekspor,” ungkap dia.

Dijelaskan, pasar yang sudah terbentuk antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia sangat besar. Tercatat, sebanyak USD 13,6 miliar dibukukan dalam ekspor non migas Indonesia ke Malaysia pada tahun 2022. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi ekspor non migas Indonesia-Malaysia sepanjang sejarah, sekaligus menjadikan Malaysia sebagai negara utama tujuan ekspor non migas di wilayah ASEAN.
“Sehingga, kegiatan temu bisnis hari ini dilakukan antara buyer atau eksportir dari Malaysia dengan rekan-rekan UMKM di Kabupaten Lamongan,” tandas dia.
Deden Muhammad Fajar selaku Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur meyambut baik langkah yang dilakukan PC Muslimat NU Lamongan dalam mendorong pelaku UMKM untuk bisa go Internasional.
“Setelah kami melihat termasuk para buyer dari Malaysia yang hadir ada yang cocok tertarik produk UMKM binaan Muslimat NU Lamongan nanti bisa dilakukan komunikasi lebih lanjut untuk bisa di ekspor ke Malaysia,” ungkap Deden.
Deden menyebut, para buyer yang datang tertarik produk UMKM Lamongan terutama produk makanan minuman, fashion, tikar lipat, dan juga produk olahan ikan khas Lamongan.
“Produk UMKM Lamongan sangat berpotensi khususnya yang saya lihat tadi produk UMKM binaan Muslimat NU Lamongan, nanti selanjutnya kita akan lakukan kunjungan ke rumah produksi dari UMKM tersebut,” kata Deden.
Senada juga diungkapkan Sheikh Faleigh bin Sheikh Mansor, pemilik dari Nusantara Fashion House di Malaysia yang bergerak di bidang pakaian busana muslim menceritakan peluang bisnis yang terbuka lebar dalam pemasaran pakaian atau kain asal Indonesia di pasar Malaysia.
Usai kegiatan temu bisnis, rombongan bergeser ke sentra UMKM lainnya di beberapa kecamatan, di kabupaten Lamongan. (F2/Bay).










