Daerah Kapolres Lamongan Raih Penghargaan Pembinaan Bhabinkamtibmas Terbaik

Kapolres Lamongan Raih Penghargaan Pembinaan Bhabinkamtibmas Terbaik

Kabar1lamongan.com – Upaya Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si. untuk mendorong optimalisasi peran Bhabinkamtibmas untuk masyarakat berbuah apresiasi. Lulusan Akpol 2001 ini menerima penghargaan sebagai Pembina Bhabinkamtibmas Terbaik dari Surat Kabar Harian Memorandum, Selasa (22/11/2022).

Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan HUT ke 53 Memorandum di Surabaya. AKBP Yakhob menerima langsung piagam yang diserahkan Karo Multimedia Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Gatot Repli Handoko.

AKBP Yakhob pun menyambut positif apresiasi yang diberikan kepadanya. Ia berharap sinergitas dan kemitraan terus terjalin maksimal. “Saya sampaikan terima kasih dan selamat ulang tahun Memorandum yang ke 53. Semoga semakin sukses dan selalu terjalin kemitraan dalam menjaga kondusifitas kamtibmas,” tandasnya.

Terkait Bhabinkamtibmas, bagi Yakhob adalah ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Bhabinkamtibmas memiliki peran vital di institusi Polri. Peran inilah yang ingin dimaksimalkan oleh AKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si. Bhabinkamtibmas didorong menjalankan tugas sesuai slogannya ‘Hadir, Berbuat dan Bermanfaat’.

AKBP Yakhob meyakini, ketika Bhabinkamtibmas mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan optimal, maka situasi keamanan dan ketertiban masyarakat bakal kondusif. Yakni tiga hal penting door to door system, deteksi dini serta problem solving atau kemampuan dalam memecahkan masalah.

“Kami terus mendorong agar Bhabinkamtibmas Polres Lamongan dekat dengan masyarakat, dimulai dengan mengenali desa binaannya. Harus kenal dengan masyarakatnya, geografisnya dan aspek – aspek lain. Termasuk harus membangun sinergitas yang kuat bersama Babinsa dan kepala desa. Intinya, hal sekecil apapun di desa binaan, Bhabinkamtibmas harus tahu,” paparnya.

Sebagai representasi Polri, tegas AKBP Yakhob, setiap Bhabinkamtibmas harus melekat dengan desa binaannya. Ini penting ditekankan agar segala informasi, keluhan masyarakat, permasalahan hingga potensi gangguan kamtibmas bisa tertampung. Untuk kemudian dipakai sebagai pijakan dan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan guna menemukan jalan keluar.

Dalam mengoptimalkan peranan tersebut, Polres Lamongan melalui Sat Binmas rutin memberikan pembinaan terhadap anggota Bhabinkamtibmas. “Satu bulan sekali pasti kami lakukan anev (analisis dan evaluasi) kinerja Bhabinkamtibmas. Kami datang ke polsek – polsek untuk memberikan arahan, atau melalui arahan tertulis. Ini wajib agar anggota Bhabinkamtibmas selalu berkembang,” tandasnya.

Perwira menengah Polri dengan dua melati emas di Pundak itu menjelaskan, ada jargon yang menjadi semangat Bhabinkamtibmas dalam menjalankan tugas. Yakni ‘Hadir, Berbuat dan Bermanfaat’. “Sebagai representasi kepolisian, anggota Bhabinkamtibmas harus hadir di tengah – tengah masyarakat. Tidak hanya hadir, juga harus berbuat untuk desa binaannya. Yang terakhir, apa yang dilakukan haruslah bermanfaat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, ada tiga tugas penting yang secara eksplisit harus dilakukan. Pertama adalah door to door system atau datang dari satu ke pintu warga binaannya. Langkah ini untuk mengetahui kondisi warga. Termasuk untuk menyerap informasi, keluhan atau permasalahan – permasalahan yang mungkin muncul.

Selanjutnya, Bhabinkamtibmas melaksanakan fungsi sebagai intelijen dalam upaya deteksi dini. “Misalnya persoalan yang berpotensi mengganggu kondusifitas kamtibmas seperti keberadaan pabrik di sekitar perkampungan yang menimbulkan limbah dan polusi. Bhabinkamtibmas harus bisa memetakan situasi dan mendeteksi dini agar tidak terjadi gejolak,” paparnya

Dan yang terakhir adalah kemampuan problem solving. Bhabinkamtibmas harus mampu mencari jalan keluar dari permasalahan di desa binaannya. Misalnya persoalan jalan rusak, anggota bisa membangun komunikasi dengan pihak terkait untuk perbaikan. Kemudian mendorong kerja bakti warga.

Sesi foto bersama Kapolres Lamongan AKBP. Yakhob Silvana Delareskha dan kasat Lantas AKP. Aristianto

Tak kalah penting adalah problem solving dalam persoalan hukum. Misalnya kasus pencurian antar warga. “Bhabinkamtibmas harus mengedepankan penyelesaian masalah dengan mediasi. Sehingga tidak apa – apa hukum, ke kantor polisi. Dan selama ini sudah banyak persoalan semacam itu yang diselesaikan Bhabinkamtibmas Polres Lamongan,” tegasnya.

Oleh karenanya, AKBP Yakhob optimis jika Bhabinkamtibmas bekerja sesuai tupoksinya dengan baik, maka aman dan tertib situasi masyarakat. “Itulah yang terus kami dorong agar Bhabinkamtibmas mengoptimalkan peranan pentingnya sebagai ujung tombak Polri. Harus melekat dengan masyarakat, sebab kantor Bhabinkamtibmas itu ya di desa,” lanjutnya.

Ke depan, Bhabinkamtibmas juga dituntut untuk melek digital. Ini sudah menjadi keharusan. Apalagi di tengah penerapan aplikasi Binmas Online System (BOS). Aplikasi ini menjadi wadah yang menampung kinerja para Bhabinkamtibmas. Setiap kegiatan yang dilakukan, informasi, keluhan masyarakat dan lain sebagainya wajib dilaporkan melalui aplikasi tersebut.

“Semua anggota Bhabinkamtibmas harus paham teknologi, kita dorong untuk itu. Untuk penggunaan aplikasi BOS, seluruh Bhabinkamtibmas Polres kami pastikan harus bisa. Cukup membuka aplikasi, kita bisa memantau apakah Bhabinkamtibmas benar – benar turun ke lapangan atau tidak. Sebagai monitoring juga,” tukas mantan Kapolres Magetan.

Kapolres lamongan AKBP. Yakhob Silvana Delareskha foto bersama Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Gatot Repli Handoko.

Contoh sukses pembinaan Bhabinkamtipmas Polres Lamomngan adalah Aipda Purnomo. Bintara yang kini menjabat kanit Binpolmas Satbinmas Polres Lamongan itu dikenal dengan jiwa sosial yang tinggi. Aipda Purnomo memang dikenal sebagai polisi dengan jiwa sosial yang tinggi. Ia pulalah yang menggagas Yayasan Berkas Bersinar Abadi.

Purnomo saat ini menggerakkan 25 ojek gratis di 8 kecamatan. Yakni antar jemput pelajar yatim, duafa dan difabel. Selain itu, ia juga merawat 100 orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), membina 74 anak yatim piatu dan memberikan beasiswa kepada 21 mahasiswa. “Kami ingin banyak Purnomo lain di Kabupaten Lamongan,” tutup Yakhob.