Daerah Puluhan Petani Pemilik Lahan Geruduk Baldes Kemantren, Agar di Fasilitasi Dengan PT....

Puluhan Petani Pemilik Lahan Geruduk Baldes Kemantren, Agar di Fasilitasi Dengan PT. Jakamitra

Puluhan Petani Pemilik Lahan Geruduk Baldes Kemantren, Agar di Fasilitasi Dengan PT. Jakamitra.

Kabar1Lamongan.com – Puluhan petani Desa Kemantren selaku pemilik lahan yang berada dalam plot PT. Jakamitra yang belum dibebaskan dan terbeli, Geruduk ke Kantor Desa setempat pada Kamis (31/3/2022).

Sekitar 50 petani Desa Kemantren yang menyampaikan aspirasi, Mereka di temui dan di akomodir aspirasinya langsung oleh Kepala Desa Kemantren, Ketua BPD dan Sekdes, tanpa kehadiran perwakilan pihak PT. Jakamitra.

Untuk diketahui, luasan lahan milik 50 petani ini dalam 50 bidang, total sekitar 30 hektar yang belum dibebaskan dan terbeli oleh PT. Jakamitra. Sesuai informasi dari pihak desa, pembebasan lahan untuk kawasan industri ini sejak tahun 2018 lalu, sampai sekarang.

Kembali, Suaji mengungkapkan bahwa selama lahan para petani ini Desa Kemantren belum dibebaskan dan di beli oleh PT. Jakamitra, maka kami tidak akan ikut menandatangani dokumen analisa dampak lingkungan (Amdal) tersebut, yang saat ini dilakukan konsultasi publik.

“Perlu diingat, Kami pemerintah desa dan masyarakat Desa Kemantren tidak anti terhadap investasi yang masuk di desa ini. Malah senang dan mendukung sekali, kalau investasi masuk maka desa kami akan maju dengan banyak warga desa terserap bekerja di kawasan industri tersebut,” Terang Suaji.

Lanjutnya, “Akan tetapi seyogyanya pihak pemilik PT. Jakamitra bisa ke kantor desa, bersama petani dan pemdes bisa berkomunikasi mengakomodir aspirasi kami serta mencari solusi terbaik sesuai ketentuan aturan yang ada. Dan harapannya ke depan agar terlaksana dan jika kawasan industri telah berdiri dengan banyak perusahaan dapat menyerap tenaga kerja lokal dari Desa Kemantren,” ujarnya.

Ditambahkan Kepala desa Kemantren, Selama 3 tahun ini, akibat dampak masuknya investasi yang rencananya untuk kawasan industri, Kepala Desa mengaku, Dirinya sudah beberapa kali dipanggil oleh Polres Lamongan bahkan Polda Jatim. Ini demi membela kepentingan masyarakat petani pemilik lahan dalam plot PT. Jakamitra.

Foto : Puluhan Petani Pemilik Lahan Geruduk Balai Desa Kemantren.

Dan apa yang dilakukan pemerintahan Desa Kemantren kali ini, karena belajar dari pengalaman lalu. Di mana pernah merasa kecewa terkait pembebasan lahan untuk proyek pelabuhan yang terjadi beberapa tahun yang lalu, kekhawatiran akan terulangnya kembali kejadian serupa.

Diungkapkan oleh Ketua BPD Desa Kemantren Budi Afianto saat memberikan sambutan,” saya kuatir akan terulang seperti proyek pelabuhan di tahun sebelumnya. Di mana yang menjadi ujung tombak adalah Kyai kita (Ponpes Sunan Drajat, red), saat ini yang mengundang juga sama.”

“Jangan sampai terulang lagi. Kala itu, saat kita menuntut terkait kompensasi, ternyata di suruh menuntut ke PT yang membebaskan lahan desa pada saat itu Dan akhirnya tak ada hasil. Maka saat ini kita harus mengantisipasinya,” tuturnya mengingatkan warga.

Pada kesempatan tersebut, beberapa warga petani juga turut menyampaikan aspirasinya.

Hakim (60) seorang petani warga Desa Kemantren meminta agar saat kegiatan jual beli tanah, semua pemilik lahan harus dipertemukan langsung dengan pihak pembeli yakni pemilik PT. Jakamitra. Sehingga tidak ada dugaan praktek makelar, selain itu harga tanah ditetapkan sesuai keberadaan lokasi, kita contoh pembebasan lahan di Tuban.

“Misalnya, harga tanah di dalam seharga Rp. 1 juta per meter sedang tanah pinggir jalan harga Rp. 5 juta per meter. Itu harus ditetapkan di hadapan petani pemilik tanah, sehingga ada keseragaman harga,” tutur Hakim, petani warga Desa Kemantren.

Foto : Petani Pemilik Lahan Sampaikan Aspirasinya di Balai Desa Kemantren, Agar di Fasilitasi Dengan PT. Jakamitra.

Ada juga masukan dari petani lainnya, jika lahannya tidak terbeli apakah PT. Jakamitra bisa memberi akses jalan keluar masuk menuju ke sawahnya. Bahkan ada juga salah satu petani yang turut hadir mendorong pemerintah desa agar meminta kompensasi dan CSR pada PT. Jakamitra karena aktivitasnya di Desa Kemantren.

Aspirasi yang menjadi tuntutan masyarakat petani pemilik lahan dalam plot PT. Jakamitra Indonesia, dirangkum dan dibacakan oleh oleh Sekdes Ahmad Nurhamim .

Pada pertemuan ini, hasil kesimpulan dari penyampaian aspirasi pada siang hari itu, yaitu pertama, Pak Kades bersama warga tetap komitmen mengusahakan perusahaan menyelesaikan lahan petani dalam plot, agar di beli. Kedua, Jika belum terbeli lahannya maka wajib memberikan akses jalan keluar masuk dalam lahan petani tersebut.

Ketiga, apabila melakukan kegiatan harus ada kompensasi yang jelas terhadap masyarakat petani khususnya. Dan keempat, mengawal untuk mendatangkan pucuk pimpinan PT. Jakamitra untuk difasilitasi dengan masyarakat Desa Kemantren, paparnya.

“Untuk mewujudkan keinginan masyarakat petani yang mana lahannya berada dalam plot, maka Kepala desa dan jajarannya membutuhkan dukungan masyarakat Desa Kemantren,” Tutupnya. (*F2)