Agro Sektor Mengenal Varian Baru Pohon Kelapa Kopyor Asli, Inilah Pioner Pertama di Lamongan

Mengenal Varian Baru Pohon Kelapa Kopyor Asli, Inilah Pioner Pertama di Lamongan

Kabar1Lamongan.com – Rasanya manis, Daging buahnya agak krispi, tidak lembek seperti kelapa muda Dan yang pasti menyegarkan jika di buat es, demikian saat merasakan olahan buah kelapa kopyor ini.

Usia pohon kelapa sekitar 4 tahun, tetapi tingginya kurang dari 2 meter. Sehingga untuk memanennya, tidak perlu memanjat, cukup dengan berdiri dan langsung mengambil buahnya. Buahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan buah kelapa umumnya, Warna kulit kelapanya hijau.

Dari bibit sampai berbuah membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun. Tetapi biasanya, pada panen perdana di tahun yang ke 3, yang dapat diambil hanya 4-5 butir kelapa. Namun, kalau sudah tahun ke 4 masa pertumbuhan, maka satu tandan bisa berisi 15-20 butir kelapa, Semuanya asli kopyor dari dalam. Setiap bulan satu pohon kelapa bisa panen antara 15-20 butir, bahkan metode yang digunakan Agro Kedai Kopyor Lamongan terangnya buah tersebut bisa dipanen setiap harinya nanti.

Pioner Pertama kali Petani Kelapa Kopyor Asli ini dikembangkan oleh Rozikin di tanah Lamongan, Rozikin juga dikenal sebagai ketua salah Asosiasi UMKM Di Lamongan yaitu PMKM Prima indonesia DPC. Kabupaten Lamongan.

Sejak 1 tahun lalu Rozikin belajar pada temannya bernama anto, dia Bercerita Sebelum memulai untuk menanam dan kembangkan kelapa kopyor asli ini di kabupaten lamongan, dia pastikan dengan memulai proses belajar dahulu dari temen-temen Jogja Sleman. disana dia belajar tentang Pohon Kelapa Kopyor, bagaimana tentang tanaman kelapa kopyor itu mulai masa tanam sampai panennya, sampai ketika sudah berbuah dan penjualannya nantinya.

“Di Jogja sleman, sahabat anto berikan cerita pengalamannya pada saya, tentang bagaimana cara menanam yang baik hingga masa panen, mengolah buah nya, bahkan sampai konsep pemasarannya ketika orang-orang yang telah membeli bibit buah Kelapa ini tentang prospek bisnis kelapa kopyor kedepannya. Penelusurannya tidak sampai di situ saja, kemudian saya di sambungkan sama temen-temen Petani Kelapa Kopyor yang di daerah Pati Jawa tengah”, katanya. Jum’at (02/04)

Rozikin takjub saat melihat langsung para petani Pati Jawa Tengah, saat survey di kebun Kelapa kopyor tersebut. Dirinya menceritakan saat itu, yang luar biasa adalah hampir satu Desa semua warganya menanam kelapa kopyor dan itu mata pencaharian utama kehidupan mereka.

“Setelah belajar rutin selama 3 bulan lamanya saya bolak balik lamongan – jawa Tengah, saya langsung mempunyai itikad untuk membangun kedai kopyor Asli yang baru satu-satunya ada di Lamongan ini, sejak bulan April 2020 kedai kopyor Lamongan berdiri sembari berkebun menanam pohon kelapa kopyor aslinya di lahan. Disini, desa Sumberwudi, Kecamatan karanggeneng, Kabupaten Lamongan semua bisa belajar perkopyoran, beli bibitnya dan tukar pikiran bersama”, ungkapnya.

Mengulas sedikit Sejarah tentang Kelapa kopyor ini sedikit dikutip dari laman mongabay.co.id ; Bahwa Kelapa Kopyor Asli ini adalah Tanaman pohon kelapa varietas Baru yang dikembangkan Seorang ahli biologi dari UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) bernama Doktor Sisunandar, Sang Doktor Ahli Biologi itu telah bergelut dengan penelitian kelapa sejak tahun 2004 atau 17 tahun silam.

Ternyata pembibitannya harus melalui proses di laboratorium yakni lewat kultur jaringan (tissue culture). Namun, untuk sampai seperti sekarang, proses risetnya cukup panjang sampai 4 tahun lamanya.

Kilas balik, Riset semakin mendalam ketika Sisunandar menempuh pendidikan doktoralnya di University of Queensland, Australia tahun 2008. Dengan Risetnya berjudul Cryopreservation fot germplasm conservation of coconut (Cocos rucifera L) kala itu. Sekembalinya dari Australia dan sudah bergelar doktor bidang biologi sel dan bioteknologi tumbuhan, Sisunandar semakin bersemangat mengembangkan penelitian pembibitan kelapa kopyor melalui kultur jaringan.

Pada 2012 atau 4 tahun penelitian sejak 2008, Sisunandar mulai mendapatkan hasil yang memuaskan. Ia mampu membibitkan kelapa kopyor melalui kultur jaringan. Dia mengkultur embrio dengan tehnik ‘mini growth chamber’ yaitu menginduksi akar dan mengadaptasikan benih kelapa kopyor hasil kultur jaringan secara langsung. Tingkat keberhasilannya mencapai 90% dengan metode ‘ex vitro rooting’.

Dengan metode tersebut, ternyata mampu berhasil mengadaptasi benih yang berasal dari empat kultur kelapa secara langsung dengan keberhasilan tinggi. Baik benih tanpa akar maupun bibit yang telah memiliki akar mampu berhasil diaklimatisasikan, dan alhasil terwujudlah tanaman Kelapa Kopyor ini.

Kelapa kopyor itu sebetulnya terjadi akibat enzim yang membentuk dinding sel tidak lengket, sehingga kemah dan menjadi kopyor. Kelapa yang kopyor itu tidak dapat dijadikan bibit secara alamiah. Makanya kemudian, pihaknya melakukan pengembangan dengan kultur jaringan.

Selain untuk bahan minuman, kelapa kopyor sebetulnya potensial untuk bahan baku kosmetik. Sebab, mempunyai kandungan galaktomanan yang tinggi. Galaktomanan biasanya dipakai bahan dasar kosmetik seperti krim dan pelembab, Namun saat itu masih proses mengembangkan.

Pemeliharaan kelapa kopyor ini juga tidak terlalu rumit, cukup dengan pengairan yang bagus, ketinggian tempat di bawah 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan melakukan pengendalian hama.

Sementara ini, hama pohon kelapa kopyor adalah kumbang artona. Tetapi hal itu dapat dikendalikan dengan cara ramah lingkungan yakni dengan jaring untuk menjebak kumbang tersebut. Kalau hama tidak ada persoalan, karena sudah ada antisipasinya.

Kembali mengulas, Kedai Kopyor Lamongan. Sang owner Rozikin juga terus belajar dan melakukan penelitian bagaimana buah ini tidak hanya sebagai es kopyor tetapi juga bagaimana caranya membuat inovasi baru permen Jelly kopyor, susu kelapa kopyor, kelapa kopyor minuman siap saji seperti halnya sebagai minuman bubuk instan, sekarang masih proses eksperimen berbagai olahan lain olehnya.

Rozikin juga menuturkan bahwa Saat ini sudah ada 500 bibit buah kelapa kopyor tersebar di Kabupaten Lamongan mulai dari wilayah brondong, Paciran, solokuro, Laren, Turi, Kalitengah dan ada di beberapa Kecamatan lainnya.

“Penjualan bibit ini selain di kabupaten Lamongan juga sudah sampai di wilayah Soko Tuban sampai Madura dan Bawean Gresik, kemaren bahkan juga ada temen-temen dari Kalimantan yang rencananya mau pesan bibit kelapa kopyor dan belajar pada saya”, Katanya.

Kalau kelapa biasa pada umumnua harganya Rp. 10.000 sampai Rp15.000, tapi berbeda dengan kelapa kopyor ini karena bisa mempunyai harga jual sampai Rp. 50.000 per buahnya, saat panen dalam waktu 3 tahun kedepan setelah setelah masa tanam dan 4 sampai 5 tahun kedepan untuk memaksimalkan potensi buahnya dari pohon kelapa kopyor, pada masa panen pada tahun ke 4 itu para petani kelapa kopyor asli bahkan bisa panen setiap harinya sampai 35 tahun kedepannya.

“Saya tidak hanya menjual bibit kelapa kopyor ini tapi juga melakukan pembinaan kepada para petani nya bimbingan dan binaan cara mengatasi hama kemudian penyakit penyakit lain yang mungkin akan terjadi pada pohon kelapa kopyor itu kepada semua Mitra kami dengan menjamin bibit kelapa kopyor jika ada kematian garansi diganti secara utuh menanam kalau ada waktu penanaman 3 bulan pertama. Cara penanamannya antar pohon satu dan lainnya 3 m Jadi tanah cengkal 100 bisa ditanam di sekitar 60 pohon, perawatannya juga sangat mudah yang penting adalah basah tanahnya. Dengan cara diberi damen atau pelepah pisang di ujung pohonnya untuk menangkal panas agar tidak langsung kepada pohonnya dan ada resapan air”, terangnya.

Tambah rozikin, “Para Petani juga tidak perlu khawatir karena Dalam waktu panen kita juga siap mengambil buahnya untuk dijual. Satu pohon bisa panen sampai dengan 2 juta rupiah, asumsi perhitungannya jika kita punya 50 pohon saja, maka ratusan juta penghasilan yang dapat kita hasilkan dari buah kelapa kopyor ini”.

Kriteria lahan untuk bisa ditanami kelapa kopyor ini terutama yang paling bagus adalah tanah yang mengandung pasir, Namun kita bisa siasati pada waktu pembinaan, jika tanah itu tidak mengandung pasir, tanahnya tnah liat atau Tanah Merah pada saat menanam awalnya kita harus kasih pasir di sekitar bibit pohon itu biar air yang disiramkan nanti bisa ada resapannya, banyak cara-cara lain yang bisa menjadi solusi para petani.

” Minimal beli 10 saja sudah bisa melakukan kemitraan dengan kita, harganya satu bibit nya adalah Rp100.000 Jadi minimal beli Rp. 1.000.000,- atau 10 pohon, ini adalah investasi bisnis agro jangka panjang. Untuk penjualannya kita sudah bermitra dengan para pengusaha Agro di Jawa Tengah dan punya M.U.O dengan beberapa pabrik yang ada di Jakarta yaitu bisa dibuat untuk campuran es krim Kemudian untuk bisa dibuat untuk campuran obat herbal lain dan ini permintaan dari luar negeri Singapura Thailand sampai hari ini baru tercover sekitar 30% dan tentunya hal ini menunjukkan bahwa masih banyak peluang besar untuk ekspor terkait buah kopyor ini”, imbuh rozikin.

Kedepan Dirinya berharap kepada pihak pemerintah daerah yang mempunyai kebijakan, khususnya dari dinas pertanian untuk mempelajari tentang potensi tanah atau alam yang ada di Lamongan untuk pengembangan kelapa kopyor ini serta support pemkab minimal semacam anjuran untuk menanam kelapa kopyor ini terutama di tepi pantai Lamongan, karena belum banyak yang tertarik pada bisnis Agro kelapa kopyor ini padahal kedepan Potensinya sangat besar dan luar biasa.(F2)