Daerah PT.BNJ Ingin Menghidupkan Fungsi Hutan dan menjadikan Badu,Wanar Pucuk sebagai Sentra Kayu...

PT.BNJ Ingin Menghidupkan Fungsi Hutan dan menjadikan Badu,Wanar Pucuk sebagai Sentra Kayu Balsa dan Porang terbesar di Kabupaten Lamongan

433
0

Kabar1Lamongan.com – Porang, tanaman umbi-umbian tengah populer dibicarakan masyarakat, lantaran kisah sukses petaninya. Seperti kisah Petani porang di desa Kepel, Jawa Timur berhasil menjadi sukses karena mengeluti porang. Apa sebenarnya tanaman porang ini? Porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri. Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang.

Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Melihat fakta itu Memberi Inspirasi dan Kemauan bagi M.Novian bersama rekan rekan nya yang tergabung dalam PT.BNJ (Berkah Novarrys Jaya). PT. BNJ didirikan bersama oleh M.Novian Putra Daerah Asli Lamongan asal desa wanar Pucuk bersama ke 5 kawannya yang juga para pelaku Agrousaha yang berasal dari Gresik yaitu Anis M, Muh.Rizal, Herianto, Yulianto, dan Sarjono yang juga baru terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Gresik Periode 2021-2026. Ke enam nama tersebut mereka sepakat singkat “Novarrys” sebagai identitas semangat kebersamaan untuk membangun bangsa ungkapnya.

Gambar : M.Novian bersama Rekan di Lahan PT.BNJ di Badu, Wanar, Pucuk Kab.Lamongan

PT.BNJ ingin menghidupkan lingkungan sekitar hutan Pucuk yang tidak berfungsi, dan Porang juga ini akan menjadi sumber ketahanan pangan nasional. Perkebunan porang itu nantinya akan dikelola sendiri dengan memberdayakan masyarakat sekitar desa badu dan PT.BNJ ingin menjadikan Badu, wanar, Pucuk Kabupaten Lamongan sebagai sentra porang terbesar di Lamongan serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar desa khusus nya.

“Alhamdulillah Hari ini saya membuka lahan Pertanian dan Perkebunan atas nama PT.BNJ untuk perkebunan kayu Balsa dan Sentra Porang Lamongan. dimulai dari membuka akses jalan yang lebih luas dan lebar di badu wanar ini sehingga mobil bisa masuk. Porang saat ini menjadi komoditi terbesar di Negara kita Indonesia, Porang tersebut nantinya kita jadikan cip atau bahan baku tepung, Bahan Kosmetik, serta rencana nya kedepan juga akan kita ekspor ke Jepang, china dan korea. karena di sana porang dijadikan tepung untuk di buat mie. Sedangkan untuk Kayu Balsa menjadi bahan baku utama untuk penganti stereofom atau Filler digunakan untuk baling-baling pesawat ataupun kincir angin, itu seperti produknya negara Prancis dan RRC. Kebutuhan kayu balsa di pasar internasional sangat tinggi. Ditambah dengan ketersediaan bahan yang semula ada di Ekuador dan Papua Nugini yang mulai menipis, menjadikan konsumen kayu balsa mulai melirik ke negara lain, termasuk Indonesia papar M.Novian. Senin (15/02/2021)

Gambar : Membuka Akses Jalan Desa oleh PT.BNJ di Badu, Wanar, Pucuk Kabupaten Lamongan

Dijelaskan untuk skala nasional, jumlah eksportir khusus kayu balsapun masih terbatas, sementara permintaan dari berbagai negara seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRC) cukup tinggi. Belum lagi ke negara-negara Eropa. Di RRC, kayu balsa ini diolah untuk berbagai macam produk, mulai dari baling-baling kincir listrik tenaga angin, bahan aeromodeling, hingga furnitur. Potensi ekonomi kayu balsa sangat menjanjikan, namun disatu sisi, masih belum banyak dilirik oleh masyarakat. Masih minimnya pengetahuan dan pengelolaan tentang kayu jenis tersebut, menjadi kendala.

PT.BNJ sudah memulai tanam di luas lahannya 6 hektar dan rencananya sampai 2021 akhir tahun ini nantinya target mereka adalah sampai total seluas 25 hektar lahan untuk perkebunan kayu balsa dan porang. di awali musim penghujan saat ini sudah tanam dan dalam waktu 2 tahun kedepan sudah bisa dipanen ungkap pada awak media.

Salah satu founder PT.BNJ Yulianto menjelaskan bahwa “Porang adalah sumber pangan alternatif yang mulai jadi trend sejak 10-15 tahun yang lalu di indonesia. Setelah 25 hektar tersebut tertanam semua insaallah kedepan kami juga akan membuat Pabrik untuk pengolahan nya, mungkin di Gresik atau di Wilayah Lamongan Nantinya kita belum memutuskan” Ungkapnya.

Gambar tanaman Porang
Gambar Ilustrasi Porang

Asalmuasal Sejarah Porang diduga berasal dari dataran tropis kepulauan andaman di India, kemudian menyebar kearah timur melalui myanmar, thailand dan masuk ke indonesia. Di China, Korea dan dijepang sudah menjadi bahan konyaku sebutan mie asal jepang dan juga jadi bahan Kosmetik.

“Kebutuhan atas Porang di indonesia mulai meningkat akhir akhir ini dan berkembang, namun para pelaku usaha agro sedikit sekali yang care (Peduli) atas hal ini. Kompetensi negara kita sebagai negara Agraris, yang mana porang ini bisa tumbuh di manapun dan di tempat apapun. jadi porang ini adalah alternatif sumber pangan. saat ini beras dari luar negeri atau beras glokumanan dari luar negeri saat ini bahkan sudah mencapai harga sampai 250 ribu per kg. perlu kita ketahui kandungan Poran ini penuh dengan karbohidrat tetapi kalorinya sangat sedikit jadi cocok untuk orang diet. untuk bahan baku kosmetik Porang ini dapat digunakan untuk bahan dasar lipstik dan suplement kecantikan untuk dikonsumsi”, tambah Yulianto dari PT.BNJ.

Kandungan Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang, demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian. Porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl.

Gambar Ilustrasi : Porang

Disadur dari Pertanian.go.id menulis, tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor.

Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. Umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan. Ada beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini, seperti di daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung serta Maros.

Seperti yang dikutip dari berita Antara : Budidaya Umbi Porang Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berkomitmen untuk mengembangkan budi daya tanaman porang yang selama ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.

Gambar : Lahan PT.BNJ di Badu, Wanar, Pucuk Kab.Lamongan

“Tanaman Porang ini tidak banyak diketahui orang manfaatnya tapi sebenarnya merupakan komoditas unggulan Jawa Timur karena hampir seratus persen diekspor,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi dan bertemu dengan pembudidaya porang di wilayah hutan Desa Bendoasri, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, beberapa waktu yang lalu.

Dalam acara tersebut Gubernur Khofifah juga berjanji akan menggandeng tim ahli dari Universitas Brawijaya, Malang, untuk melakukan penelitian demi meningkatkan produktifitas budidaya porang, “Saya ingin Universitas Brawijaya menurunkan tim untuk melakukan kajian khusus untuk meningkatkan budidaya porang sehingga berbagai permasalahan yang selama ini dilami petani bisa diatasi dengan baik,” ujarnya.

Gambar : Founder PT. BERKAH NOVARRYS JAYA

Masih dalam rangkaian acara yang sama wawancara eksclusif awak media kabar1 dengan Direktur utama PT.BNJ, Muh. Rizal dirinya menambahkan, “Hari ini perdana untuk penanaman Kayu basah dan sekitar 6 bulan kedepan kita akan tanam bibit porang nya karena masih dalam proses pembibitan. Visi BNJ adalah sebagai Pelopor Sumber pangan Alternatif yang sudah berkembang di china, kita ingin Negara Indonesia kita yang notabennya adalah Negara Agraris punya tanah yang sangat subuh tidak Boleh kalah dengan China. kita akan memulai dari daerah pucuk lamongan ini sebagai pionir Porang di Jawa timur khususnya dan indonesia pada umumnya. dan mungkin kedepan juga bisa jadi pusat kajian Porang dan menjadi desa ekowisata kelak ” tuturnya.

Olahan konyaku sendiri mirip seperti jelly, Biasanya konyaku disajikan menjadi pendamping sushi, dibuat dalam bentuk mie, dan juga campuran es. Konyaku dibuat dari umbi-umbian. Dalam bahasa  internasional, Konyaku dikenal dengan nama Konjac, di Indonesia sendiri umbi konyaku disebut umbi porang meskipun sebenarnya tergolong dalam jenis golongan tanaman yang berbeda tapi menyerupai sekilas mirip.

Pada prosesnya, dalam industri biasanya umbi porang ditepungkan dan tepung tersebutlah yang diolah menjadi konyaku. Prosesnya pengolahan tepung cukup mudah, seperti membuat agar-agar, tepung tinggal dicampur dengan air, dimasak dan didiamkan hingga mengeras seperti gel. Tekstur konyaku adalah empuk dan kenyal.  Mirip seperti agar-agar dan jelly, konyaku juga mengandung serat pangan yang sangat tinggi dan tentunya rendah kalori. Oleh karena itu, konyaku banyak dimanfaatkan sebagai asupan makanan untuk orang yang sedang menjalani diet.

Di Indonesia sendiri nama konyaku masih belum populer. Hanya sebagian dari kaum urban saja yang sudah mengenal konyaku. Namun, untuk budidaya sendiri, umbi porang ternyata banyak dikembangkan di wilayah Indonesia khususnya pulau Jawa, dari kawasan Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Budidaya umbi porang terbilang mudah, karena pada dasarnya porang tumbuh di Indonesia secara liar. Dengan nilai ekonomis yang tinggi dan diminati pasar dunia, umbi ini sebenarnya layak untuk dibudidaya, karena permintaan pasar yang cukup besar, tidak hanya dari dalam tetapi luar negeri.

Perlu juga untuk diketahui, umbi porang tidak hanya dimanfaatkan untuk industri makanan. Industri lain yang memanfaatkan tumbuhan ini adalah industri lem, tekstil, kesehatan, kosmetik, dan masih banyak lagi olahan lain dari bahan baku porang ini. (F2)