Ekonomi Enceng Gondok bisa membawa rejeki, membuka Peluang lapangan kerja baru dan bisa...

Enceng Gondok bisa membawa rejeki, membuka Peluang lapangan kerja baru dan bisa menjadi sumber P.A.D bagi Lamongan

221
0

Kabar1Lamongan.com – Tidak ada habisnya permasalahan penanganan banjir di Kabupaten Lamongan menjadi trending topik untuk dibahas, beberapa hari yang lalu protesnya masyarakat Kabupaten Lamongan terkait penanganan banjir yang berujung aksi protes mahasiswa dan masyarakat bengawan jero pada beberapa waktu lalu.

Kemudian terjadi kembali potres warga terkait permasalahan limbah enceng gondok yang ditaruh di sepanjang bahu jalan nasional, dengan alasan belum siapnya tempat pembuangan enceng gondok.

Padahal kita tahu bahwa banjir di Kabupaten Lamongan terjadi setiap tahunnya, namun kenapa penanganan banjir selalu terkesan medadak dan tidak siap, sehingga yang menjadi pemikiran masyarakat Kabupaten Lamongan saat ini adalah apa saja yang sudah dikerjakan Pemerintah Kabupaten Lamongan selama ini.

Padahal dibalik dampak negatif yang disebabkan pertumbuhan yang tidak terkendali ini, eceng gondok pun memiliki dampak positif diantaranya :

  1. Mencegah akumulasi logam berat
  2. Dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik
  3. Biogas
  4. Bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan

Sebagian besar dari kita mungkin mengenal eceng gondok ini sebagai tumbuhan gulma yang biasa hidup di kolam-kolam dangkal, rawa, aliran air lambat, danau, tempat penampungan air, dan sungai. Tumbuhan ini sering dianggap gulma yang dapat merusak lingkungan perairan karena eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.

selain permasalahan sampah yang dibuang sembarangan di sungai di lamongan, paradigma tentang adanya enceng gondok juga selalu menjadi sesuatu yang dinilai salah sehingga banjir terjadi karena terhambatnya aliran air. padahal kehadiran enceng gondok bisa membawa berkah dan jika di kelola dengan tepat bisa menjadi bahan baku untuk kerajinan tangan dan bisa di manfaatkan menjadi pupuk organik dengan cara di fermentasi minimal 7-14 hari.

“enceng gondok bisa dibuat bahan baku pupuk, enceng gondok itu dikasih probiotik untuk mempercepat proses penguapan fermentasi, setelah 2 minggu enceng gondok jadi pupuk organik. pupuk itu bisa untuk padi dan jenis tanaman  seperti sayuran, cabe, tomat dan tanaman lain yang termasuk tanaman darat. Tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan tanaman hias dicampur dengan tanah ataupun ditabur di tanaman nya”, ujar M.yazid achmadi dari Komunitas GARBES (Gerakan Bersama Bisa) asal sumurgunuk,babat-lamongan.Senin (8/02/2021).

dilansir juga dari matamatadot.com enceng gondok bahkan bisa juga untuk dijadikan tanaman hias yang bernilai rupiah, seperti yang ada di beberapa situs besar jual beli online di indonesia. dari pada tidak bisa dimanfaatkan terbuang percuma, lebih baik posting saja di situs jual beli online link.

masih ingat, sekitar tahun 2000 sudah ada yang membuat tas dari bahan baku enceng gondok. Tanaman ini mudah dicari karena hampir di setiap sungai pasti ada. kita tinggal mengambilnya kemudian dikeringkan dan dipipihkan. Enceng gondok kering siap dianyam menjadi tas cantik, hal itu bisa menjadi icon oleh oleh khas Lamongan yang unik dan tidak kalah menariknya dengan kota kota lain.

seperti halnya produk R & D Handicraft yang sudah berdiri mulai tahun 2004 ini seperti namanya memproduksi barang-barang kerajinan oleh-oleh khas Lamongan yang menarik ini adalah dengan membuat berbagai perlengkapan sehari-hari yang cantik dan ramah lingkungan. Ada tas, dompet, sandal, hiasan rambut, peralatan memasak, mainan anak-anak dan lain sebagainya.

Sudah beberapa tahun lalu lamanya kabupaten Lamongan memanfaatkan limbah tanaman untuk berbagai keperluan. Hal ini dilakukan karena banyaknya limbah tanaman yang muncul di sungai-sungai maupun persawahan penduduk. Jika dibiarkan saja, limbah tanaman ini akan terus menumpuk dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Limbah-limbah tanaman ini antara lain seperti enceng gondok, gedebok pisang, pandan tikar maupun batok kelapa. Limbah ini diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi.

Melihat kondisi ini berlangsung setiap tahun menjadikan Pemerintah daerah pun harus selalu turun harus tangan untuk menangani eceng gondok dengan selalu melakukan pengangkatan dan pembersihan eceng gondok di sungai karena dianggap mengganggu. padahal banyak hal yang bisa di olah dari enceng gondok jadi lebih bermanfaat oleh Pemerintah daerah, hal itu di perlukan komitmen, konsistensi dan berkesinambungan.

seperti salah satu berita yang disadur dari pupukkujang.co.id, Sejak tahun 2017 Putri Eceng telah menjadi salah satu binaan PT Pupuk Kujang di Karawang. Dalam kurun waktu 2 tahun, di tahun 2019 Mitra Binaan “PUTRI ECENG” telah berhasil menembus pasar mancanegara dengan berhasil menampilkan kerajinan eceng gondok di pasar internasional (Afrika). Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Komunitas Putri Eceng dan juga bagi Pupuk Kujang, karena berawal dari limbah yang tidak diinginkan dapat menjadi sumber pendapatan dari kerajinan yang dihargai hingga ke mancanegara.

Keberadaan program ini dianggap berhasil karena mampu menyelesaikan beberapa permasalahan sekaligus yaitu masalah lingkungan dan masyarakat. Dengan keberadaan komunitas pengerajin eceng gondok di Walahar ternyata selain menyelesaikan masalah akibat populasi eceng gondok yang tidak terkendali juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar karena dengan adanya komunitas ini memberikan lapangan pekerjaan baru yang lebih baik bagi kaum perempuan dan pengangguran disana. Dengan adanya lapangan pekerjaan baru sedikit demi sedikit menjadi terapi dan rehabilitasi lingkungan yang negatif. Lingkungan sebelumnya yang identik dengan Café malam, premanisme dan pemadat kini beranjak dikenal sebagai sentra kerajinan Eceng Gondok di Karawang.

Gambar Kegiatan Pelatihan Kerajinana Eceng gondok di Desa Walahar (sumber: dept. PKBL)

BERKAH ECENG GONDOK, PUPUK KUJANG RAIH PR INDONESIA AWARD

Sebuah pencapaian program yang luar biasa inipun ternyata diakui oleh para juri pada ajang Public Relations Indonesia Award (PRIA) yang disiarkan melalui kanal Youtube pada 20 April 2020 dengan meraih predikat Silver untuk Sub kategori Community Based Program/Development. Program yang digagas Pupuk Kujang ini dinilai mampu berhasil memberdayakan masyarakat sekaligus menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Semoga ke depan akan bermunculan program-program unggulan lainnya yang bisa memberdayakan masyarakat sehingga mampu mandiri dan berhasil merubah lingkungan sekitar.

Dengan melihat dari beberapa fakta tersebut paling tidak hal ini bisa menjadi opsi pilihan yang solutif. Pemerintah daerah juga harus bisa tergerak membangun sebuah Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk memanfaatkan limbah eceng gondok dengan menggagas sebuah program dengan memberikan Pelatihan dan bantuan seperti peralatan pendukung kerjajinan berupa mesin pengering, mesin press, mesin jahit, mesin obras serta pendampingan berkala program tersebut lewat dinas terkait sehingga dapat menangani kondisi ini secara jangka panjang.

Gambar Pameran Produk Eceng gondok (sumber: dept. PKBL)

memanfaatkan limbah eceng gondok dengan memberikan pelatihan kerajinan berbahan dasar eceng gondok bagi warga di Desa yang kemudian hari diharapkan bisa berkembang menjadi sebuah Komunitas Pengrajin Eceng Gondok di lamongan, kerajinan bahan enceng gondok menarik yang bernilai tinggi, perlu partisipasi pemerintah kabupaten sampai tingkat desa untuk mendukung menumbuhkan semangat jiwa berkerajinan ini.

diharapkan semua pihak juga harus bertekad menyulap eceng gondok menjadi bahan produktif, yang mana enceng gondok kerap dianggap sampah dan memenuhi sungai-sungai. Semoga hal ini bisa menjadi solusi kepada Pemkab. Lamongan cara mengatasi limbah enceng gondok, dapat dan bisa menjadi sumber pendapatan desa atau juga yang dapat  meningkatkan PAD Kabupaten Lamongan Tahun 2022 nanti. (F2)