Daerah Seputar Sejarah Candi Pataan di Sambeng Lamongan

Seputar Sejarah Candi Pataan di Sambeng Lamongan

147
0

Kabar1lamongan.com – Warga Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan sebuah candi di hutan dekat areal persawahan warga. Tapi beberapa warga mengatakan bahwa bangunan tersebut sudah lama ada, dan warga sering melintasi tapi tak berani mendatangi sebab karena tempat tersebut dianggap sakral.

Candi tersebut diperkirakan dibuat pada abad XI atau zaman Kerajaan Airlangga dan digunakan sebagai tempat pemujaan. Bagian tepinya terbuat dari batu kapur yang tersusun rapi. Setiap batu kapur memiliki panjang sekira 30 centimeter dan lebar 20 centimeter dengan ketebalan berkisar 10-15 centimeter.

Di sisi lain terdapat bebatuan hitam dan keras serta pahatan khas zaman kerajaan kuno. Sedangkan di bagian tengah candi terdapat semacam tempat air yang melingkar. Bagian yang dindingnya juga terbuat dari batu tersusun rapi ini diperkirakan sebagai petirtaan saat pemujaan. Bagian ini tersambung dengan bangunan aliran air menuju ke luar candi.

“Candi ini diperkirakan dibangun pada zaman Kerajaan Airlangga pada abad XI masehi karena di Desa Pataan ini telah ditemukan Prasasti Patakan sebagai tanda zaman Airlangga yang kini telah disimpan di musium nasional,” papar Supriyo, salah seorang penemu candi.

Warga juga menyakini di sekitar area candi terdapat permukiman kuno. Pasalnya, warga sering kali menemukan gerabah serta pecahan guci kuno di sekitar lokasi penemuan candi. Warga berharap tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala melakukan penggalian sehingga struktur candi dapat terlihat secara utuh.

Penemuan Candi terbesar di wilayah Lamongan tepatnya di Dusun Motor Desa Pataan Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan ini, di perkirakan di masa Airlangga ini kembali di lanjutkan proses Ekskavasi oleh BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Candi yang memiliki luas sekitar kurang lebih 5 hektar ini merupakan penemuan Candi terbesar di masa Airlangga.

Bentuk bangunan candi terlihat banyak yang runtuh, dari Tim BPCB Trowulan mulai memasang atap sepandek atas bangunan candi, pemasangan atap di terapkan agar pada waktu penggalian di lanjutkan, jika ada hujan turun, galian tidak tergenang air sehingga mempermudah proses penggalian.

Penggalian akan di lanjutkan dengan tujuan mengetahui apa di dalam reruntuhan Candi terdapat Arca atau tidak jika terbukti dalam reruntuhan ada Arca maka sudah bisa di pastikan itu bangunan Candi tapi jika tidak ada berarti itu bangunan Wihara atau tempat ibadah.

Diwaktu Jurnalis kabar1lamongan.com menggali informasi dari Kades Subakri Cahyo Utomo selaku Kades yang menjabat di Dusun Motor Desa Pataan Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan mengatakan, “bahwa lokasi candi akan di jadikan wisata Desa, guna untuk menunjang APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dan pendapatan asli desa (PAD) semoga proses ekskavasi berjalan lancar dan cepat selesai sehingga menunjang ekonomi setempat.

Dengan diketemukan Candi dan banyak bangunan serta disertai banyak peningalan gerabah, maka beberapa pakar masih meneliti keberadaan Airlangga di daerah Pataan.

Dari fakta arkeologis yang ada. Yakni Prasasti Pamwatan tahun 1042 masehi dan Prasasti Terep tahun 1032 masehi yang dulu telah diketemukan dan sekarang disimpan di Museum Nasional, menyebutkan ada bangunan candi yang didirikan sekitar abad 11 masehi. (Yon)