Komunitas Titah alam adakan pelatihan Penyusunan Dokumen AMDAL, UPL, UKL dan Launching Sekolah...

Titah alam adakan pelatihan Penyusunan Dokumen AMDAL, UPL, UKL dan Launching Sekolah Alam dan Budaya

Kabar1Lamongan.com – Dalam rangka untuk mempertahankan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup di kawasan Kabupaten Lamongan dari proses industrialisasi yang bergerak secara pesat, Lembaga Swadaya Masyarakat TITAH ALAM menggelar pelatiihan pada Rabu 26/08/2020 di Gedung PGRI Lamongan dengan topik pelatihan yaitu Penyusunan Dokumen AMDAL, UPL, UKL dan Launching Sekolah Alam dan Budaya.

Pelaksanaan pelatihan ini TITAH ALAM yang di ketuai oleh Khoirul Huda, S.Ag pun mengundang Dinas Lingkungan Hidup dan Peneliti Lingkungan dan Budaya untuk memaksimalkan pelatihan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan budaya. Forum ini melibatkan berbagai tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda yang berasal dari berbagai kawasan Lamongan terutama dari sektor selatan, beberapa diantaranya adalah dari Kecamatan Sambeng, Ngimbang, Modo, Kembangbahu dan Mantup.

Khoirul Huda dalam sambutannya menyampaikan bahwa TITAH ALAM pada tahun ini akan mengkonsentrasikan sebagai mediator dan penjembatan bagi masyarakat terkait keluhan dan keresahan masyarakat berdampak terhadap kebijakan-kebijakan pabrik terutama mengenai Analisis Dampak Lingkungan yang merugikan masyarakat sekitaran pabrik berdiri.

” TITAH ALAM akan berkomitmen untuk menjadi mediator dari masyarakat kepada Oknum Pabrik hingga jika memang perlu dilakukan akan dieksekusi bersama Dinas Lingkungan Hidup ” ujar Khoirul Huda.

Sebagai pemateri pertama adalah Inganatul Muhimmah, ST,. MT. dari Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa seluruh lini masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk mengawasi serta memberikan aduan ketika ada permasalahan terkait Industri-industri pabrik yang berdiri di lingkungan sekitarnya.

” Dinas Lingkungan Hidup serta Pemerintah Kabupaten akan terus ikut mengawasi jalannya Pabrik-pabrik yang sudah berdiri dengan aturan-aturan yang berlaku, terutama terkait permasalah AMDAL, UKL serta UPL” , ungkap Inganatul Muhimmah saat menyampaikan materi pelatihan.

TITAH ALAM pun juga berfokus untuk menjaga kelestarian budaya yang mana itu adalah tonggak penting suatu wilayah menjadi kawasan yang kuat secara kultural maupun ekonomi. Melalui Sekolah Alam dan Budaya yang juga di Launching pada acara pelatihan tersebut, bersamaan dengan itu Khoirul Huda menyampaikan bahwa TITAH ALAM akan membuat basecamp di Sambeng. Dengan adanya itu diharapkan tanggapan yang responsif dari masyarakat terkhusus yang telah mengikuti pelatihan pada kali ini.

 

Untuk menyempurnakan dari pelatihan dan launching ini, pemateri kedua yaitu Priyono selaku Peneliti Lingkungan dan Budaya juga menambahkan bahwa budaya yang ada di masyarakat harus tetap dijaga keutuhannya serta dari hasil eksplorasi yang telah dilakukannya menyimpulkan bahwa di Lamongan Sektor Selatan mempunyai potensi yang besar untuk dijadikan lahan kearifan budaya serta menjaga keseimbangan ekonomi di Lamongan Selatan.

” Karena sangat penting ketika kita menjaga budaya-budaya dari nenek moyang kita, apalagi dari Selatan, Modo dan Sambeng sangat mempunyai potensi yang kuat untuk dijaga kelestariannya” , tambah Priyono dalam penyampaian nya di forum Pelatihan dan Launching tersebut. (Yoga)