Daerah Dalam Perencanaan Desa, Pendamping Desa Gelar Webiner Dan Integrasi Rembuk Stunting

Dalam Perencanaan Desa, Pendamping Desa Gelar Webiner Dan Integrasi Rembuk Stunting

KOTABARU,kabar1lamongan.com- Mengahadapi perencanaan Desa tahun 2021 diKabupaten Kotabaru dalam, Pelaksanaan MUSRENBANG DESA yang akan dilaksanakan pada bulan Juli- September 2020 dan keikut sertaan dalam menghadapi lokus stunting Nasional Secara daring, Jum’at 17/7/2020.

Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA- PP) Ishak Mukarrabin mengatakan, sebagai amanat dari Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam penanganan stunting di tingkat Desa, setelah Kotabaru ditetapkan sebagai lokus dan mengingat salah satu sasaran stunting adalah Desa itu sendiri, serta berpijak dari besaran DAK Penugasan Kesehatan yang hanya sekitar empat ratus juta lebih untuk penanganan Stunting.

Mengingat amanat Permendes No. 7 Tahun 2020 sebagai perubahan ke dua dari Permendes No. 11 Tahun 2019 sebagi Prioritas penggunaan Dana Desa yang banyak menitik beratkan dalam bentuk kegiatan- kegiatan pelatihan yang berhubungan dengan masalah pola hidup bersih, pengasuhan anak serta penyuluhan penyuluhan masalah kesehatan anak dan ibu, ujar Ishak.

Dari dasar itulah, TA P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kotabaru mengambil peran untuk mewujudkan langkah awal untuk melakukan Peningkatan kapasitas terhadap seluluh tenaga Pendamping Desa, 99 orang kader pembangunan manusia (KPM) dan 198 orang yang ada disetiap Desa melalui Webiner.

Tambah Ishak, untuk kader pembangunan manusia (KPM) dilakukan peningkatan kapasitas tentang tata cara pelaksanaan rembuk Stunting di Desa yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan Musdes Perencanaan Desa, Serta pengisian Kartu Scorecard.

Sedangkan bagi Pendamping Desa dilkakukan peningkatan kapasitas perintegrasian hasil rembuk Stunting untuk bisa diakomodir dalam RKP-Desa Tahun 2021.

Kata Ishak, Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Muhammad Ansor Kabid Bina Pemerintahan Desa dan Ibu Hesti Kasi Perencanaan Desa, dan tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan kemudahan fasilitasi terhadap Desa- Desa yang akan menghadapi lokus stunting, yang kegiatannya sesuai dengan amanat prioritas kewenangan pemerintah pusat, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten yang masuk ke Desa akan terarah dan mencapai target, serta Dana Desa berguna untuk peningkatan kesejahteran masyarakat terutama pada peningkatan Status Desa itu sendiri, tutupnya.(Hrp)